oleh

Akhirnya Kasus Beras Oplosan P21, Kejari Tunggu Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti

Kabarmadura.id/Sumenep-Kejaksaan Negeri (Kejari ) Sumenep menyatakan berkas kasus Beras Oplosan sudah lengkap sehingga kasus tersebut sudah P21. Kasi Pidum Kejari Sumenep Benny Nugroho Sadhi mengatakan, kejaksaan sudah meneliti berkas yang dikirim penyidik pada Jumat (24/7/2020)tersebut hingga 14 hari.

“Karena jaksa tidak ambil sikap hingga 14 hari berarti kasus Latifa sudah P21,” katanya, Selasa (11/8/2020).

Dijelaskan, karena berkas sudah lengkap, maka pihak penyidik dipersilahkan melakukan tahap kedua, yakni, penyerahan tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan. Sehingga, kejaksaan akan melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Sumenep untuk disidangkan.

“Saat ini masih menunggu penyidik untuk melakukan proses tahap kedua,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Dhany Rahadian Basuki mengatakan, kasus beras oplosan memang seharusnya P21. Saat ditanyakan tentang penyerahan tersangka dan barang bukti, belum diketahui kapan karena masih belum ketemu dengan penyidiknya.

“Belum saya cek ke penyidiknya mas, harusnya memang P21 karena waktunya sudah lewat,” ujarnya.

Dijelaskan, tersangka berpotensi dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 139 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Pasal 106 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan.

Diketahui, Polres telah menetapkan Latifa (43) sebagai tersangka sekaligus sebagai pemilik Gudang Yudhatama Art dalam kasus beras oplosan. Tersangka diduga mengoplos beras kemasan Bulog dari Sidoarjo dengan beras milik petani. Setelah itu beras tersebut diberi cairan kimia sebagai pengharum dan dikemas lagi untuk dikirimkan kepada warga miskin dalam program bantuan pemerintah.

Sebelumnya, Latifa sempat mengajukan praperadilan saat dirinya masih berstatus tersangka. Akan tetapi, upaya tersangka Latifa ditolak oleh Majelis Hakim PN Sumenep sehingga penetapan status tersangka sah demi hukum.Tersangka sempat ditahan selama kurang lebih dua bulan, namun pada akhirnya dilepaskan demi hukum karena ada berkas yang tidak lengkap. (imd/pai)

Komentar

News Feed