oleh

Akibat 349 Peserta Gugur, 12 Formasi PNS Sumenep Tetap Kosong

KABARMADARA.ID, Sumenep -Pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Sumenep sudah selesai pada Sabtu, 19 September 2020. Dari 647 peserta, 349 orang gugur dan sebanyak 298 orang dinyatakan lulus.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Abd. Madjid melalui Kepala Bidang (Kabid) Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Alqaf Harto Maryono mengatakan, saat ini 12 formasi kosong dari 310 formasi.

“Pengumuman kelulusan dilaksanakan pada 30 Oktober 2020,” katanya, Minggu (1/11/2020)

12 formasi tersebut didominasi formasi kesehatan. Sehingga, tenaga medis dan lainnya masih kosong dan belum ada solusi untuk dapat diisi.

“Salah satu solusinya memang harus ada tes lagi. Tetapi, waktunya dimungkinkan tidak secepat mungkin, insyaallah masih tahun 2021,” paparnya.

Untuk memenuhi formasi tersebut, masih belum ada rencana tes susulan, sebab, semua tes dilakukan pemerintah pusat.

“Kami panitia hanya menyiapkan atas petunjuk pemerintah pusat,” tegasnya.

Peserta yang dinyatakan lulus masih diwajibkan untuk memenuhi pemberkasan yang disesuaikan dengan persyaratan yang ada. Untuk mengetahui apakah sudah memenuhi sesuai dengan kualifukasi atau tidak. Prosesnya paling lambat selesai pada 15 November 2020 mendatang.

Pengumuman tersebut berdasarkan surat kepala Badan Kepegawaian Negara tanggal 27 Oktober 2020 Nomor: K26-30/B6507/X/20.01 perihal Penyampaian Hasil Integrasi Nilai SKD-SKB CPNS Pemerintah Kabupaten Sumenep tahun 2019.

Berdasarkan data BKPSDM Sumenep, yang hadir ikut tes SKB sebanyak 633 orang dari 647 yang lulus tes SKD.

Diketahui, formasi PNS berdasarkan keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) tersedia 310 orang Rinciannya, tenaga kesehatan sebayak 95 orang, tenaga teknis pertanian 45 orang, tenaga teknis 67 orang dan tenaga pendidikan 103 orang.

Dia mengakui, untuk memenuhi formasi sebanyak 310 sangatlah sulit. Sebab, meski tersedia sebanyak 310, bisa saja di bawah kuota itu sesuai kemapuan yang ada. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed