oleh

Akibat Covid-19, Pendapatan Daerah Bangkalan Turun 10 Persen

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Kondisi di Bangkalan juga tidak jauh berbeda, ada perubahan dalam nota keuangan tentang rancangan perubahan pendapatan dan belanja daerah tahun 2020. Sebagaimana disampaikan oleh Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, hal tersebut akibat adanya refocusing anggaran penanganan Covid-19.

Orang nomor satu di Bangkalan ini menyampaikan beberapa poin terkait perubahan rancangan anggaran. Di antaranya, mengenai sisi pendapatan daerah yang sebelumnya direncanakan sebesar Rp2.063.672.089.126,24, mengalami penurunan sebesar Rp236.455.828.913,12 atau turun sebesar 10,28 persen.

Dari seluruh rancangan pendapatan itu, pendapatan asli daerah (PAD) yang ditarget sebesar Rp210.884.964.1676,24, mengalami penurunan sebesar Rp50.916.134.977,12 atau sebesar 19.45 persen dari anggaran sebelum perubahan APBD anggaran tahun 2020.

Sedangkan untuk dana perimbangan yang direncanakan sebesar Rp1.296.035.846.054, turun sebesar Rp182.634.695.213 atau turun sebesar 12,35 persen.

Pendapatan daerah  lainnya yang sudah direncanakan sebesar Rp556.751.278.905, turun menjadi Rp2.904.998.723 atau sekitar 0,52 persen.

Dari sisi anggaran belanja daerah juga terjadi perubahan, di mana pada APBD anggaran tahun 2020 yang direncanakan sebesar Rp2.168.279.907.956,20, turun menjadi Rp 194.050.650.298,80 atau sebesar 8,21 persen.

Menurut Ra Latif, perubahan anggaran tersebut sebagai dampak dari adanya wabah Covid-19 yang memberikan tekanan luar biasa terhadap kapasitas keuangan daerah. Lanjutnya, wabah Covid-19 juga menciptakan kondisi yang luar biasa dan mengubah secara drastis outlook perekonomian nasional, termasuk di  Bangkalan. Sehingga, perlu dilakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19.

Selain itu, perubahan ini juga sebagai tindak lanjut dari penetapan sisa lebih perhitungan APBD tahun 2019 oleh BPK RI.

“Sehingga kami memandang perlu dilakukan perubahan terhadap APBD Tahun 2020 agar pelaksanaan pemerintah, pembangunan serta pelayanan kemasyarakatan dapat tetap berjalan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel,” terangnya.

Menanggapi turunnya target pendapatan pada rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2020 itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Muhammad Fahad bahwa jelas sekali efek Covid-19 memberikan dampak yang sangat signifikan.

Untuk itu, dia meminta agar secara seksama sebagai fungsi budgeting lebih teliti mana prioritas dan mana yang tidak. Sebab, katanya, secara drastis outlook perekonomian nasional termasuk Bangkalan terdampak.

“Kami akan tetap mengawasi betul terkait proses perubahan anggaran ini, demi maksimalnya roda kepemerintahan Bangkalan,” pungkasnya. (ina/waw)

PENURUNAN APBD 2020 AKIBAT COVID-19

PENDAPATAN:

Target APBD  Rp2.063.672.089.126,24

P-APBD Rp236.455.828.913,12 atau turun sebesar 10,28 persen

Rincian Rencana Pendapatan
PAD

Target APBD: Rp210.884.964.167,24

P-APBD: Rp159.968.829.190,12

Penurunan: Rp50.916.134.977,12 atau 19.45 persen

Dana Perimbangan

Target APBD: Rp1.296.035.846.054

P-APBD: Rp1.113.401.150.841

Penurunan: Rp182.634.695.213 atau 12,35 persen.

Pendapatan lainnya

Target APBD: Rp556.751.278.905

P-APBD: 553.846.280.182

Penurunan: Rp2.904.998.723 atau sekitar 0,52 persen.

BELANJA DAERAH:

Target APBD: Rp2.168.279.907.956,20

P-APBD: Rp1.974.229.257.657,4

Penurunan: Rp194.050.650.298,80 atau sebesar 8,21 persen.

 

Komentar

News Feed