oleh

Akibat Covid-19 Pendapatan Hotel dan Restoran di Bangkalan Turun Tajam

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Wabah Covid-19 juga berdampak signifikan terhadap pendapatan hotel, restoran dan bisnis hiburan di Bangkalan. Hal itu nampak dari rencahnya  capaian atau realisasi pendapatan asli daerah (PAD) di Bangkalan. Bahkan, target triwulan pertama tahun anggaran 2020 saja sudah tidak mampu dipenuhi.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Bangkalan Ismet Effendi mengatakan, dalam triwulan pertama saja, capaian di masing-masing OPD hanya sekitar 20 hingga 25 persen. Padahal capain target triwulan pertama seharusnya 30 persen.

“Hampir di semua pendapatan kami berdampak, dampak yang paling dirasakan di pajak,” ujarnya.

Hal itu, kata Ismet, diperkirakan juga akan berdampak pada realisasi triwulan kedua pada pelaporan di bulan April, Mei dan Juni.

“Nanti penghitungan akan disesuaikan di BAK bersama triwulan kedua,” jelasnya.

Penurunan PAD yang mulai terasa itu, terutama dari pajak hotel, restoran, hiburan, serta retribusi parkir. Maka dari itu, pihanya telah mengirim surat kepada OPD penghasil PAD agar dapat mengkaji dampak Covid-19 terhadap pendapatan daerah.

“Kami akan pastikan penurunan target PAD itu di perubahan anggaran nanti,” imbuhnya.

Sedangkan, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Pengendalian Pendapatan Daerah Bapenda Bangkalan Sri Yenny Repeliyanti menyampaikan, total PAD keseluruhan dari OPD di Bangkalan hanya mencapai 17 persen. Padahal target triwulan pertama harus mencapau 30 persen. Untuk triwulan kedua target realisasi harus 50 persen, triwulan ketiga 75 persen.

“Triluwan ke empat harusnya 100 persen nanti,” tuturnya.

Diketahui, dari 19 OPD di Bangkalan, target PAD-nya untuk tahun ini sebesar Rp217.088.895.990,04 miliar. Per 8 April 2020, realisasinya masih sebesar 17 persen atau jika dinominalkan hanya Rp44.712.203.154,32.

Sedangkan target pajak daerah sebanyak Rp50.122.986.039,14. Realisainya  sebesar Rp11.318.491.808,00 atau sekutar 22 persen. Sedangkan retribusi daerah dari target Rp18.040.633.650,00, realisasinya hanya sebanyaj 16 persen atau Rp3.047.121.174. (ina/waw)

Komentar

News Feed