Akibat Jalan Rusak, Warga Pasang Pohon Pepaya di Tengah Jalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) RAMAI: Pengendara saat melintas di jalan yang dipasang pohon pepaya di Jalan Ahmad Yani sebelah utara alun-alun Bangkalan, kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Banyaknya lubang di area jalan perkotaan membuat geram warga warga Kampung Paajeman, Kelurahan Demangan, Bangkalan. Warga bersama-sama memasang pohon pepaya di tengah jalan lantaran tidak tahan karena jalan berlubang tersebut sering membuat pengendara jatuh. Selain itu, pemerintah dinilai tak serius menangani permasalahan tersebut.

Berdasarkan keterangan warga setempat Arawi, .menjelaskan bahwa selain memasang pohon pepaya di tengah jalan, warga juga memberikan tulisan berupa peringatan: hati-hati jalan berlubang timbul banyak korban. ”Warga sudah tidak bisa ditahan, tindakan ini sudah lama direncanakan, tapi warga baru berani bertindak sekarang,” ulasnya.

Bacaan Lainnya

Jalan yang rusak di area cukup parah. Sebab, banyak kecelakaan tunggal karena lubang tersebut. Sehingga, masyarakat sekitar memasang peringatan serta teguran terhadap pemerintah agar jalan tersebut segera diperbaiki. ”Dalam setiap bulannya, korban kecelakaan mencapai puluhan, meski hanya lecet, tapi kami kasihan,” imbuhnya.

Pria berusia sekitar 60 tahun itu menegaskan, pohon pepaya yang diletakkan di tengah jalan dan tulisan peringatan bertujuan agar masyarakat yang melintas lebih hati hati, dan untuk meminimalisir angka kecelakaan. ”Ini bentuk protes kami terhadap pemerintah, sebab, jalan ini di tengah kota. Kalau yang di tengah kota saja tak dilihat, apalagi yang di pelosok,” tegasnya.

Plt. Kepala Dinas Penataan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan, Ishak Sudibyo, mengutarakan, bahwa jalan tersebut sudah segera diperbaiki oleh petugas. Lelaki yang akrab disapa Yoyok itu menerima kritik dan masukan tersebut. Sebab, dirinya merasa jalan itu belum bisa diperbaiki secara keseluruhan. ”Kami sudah mengutus tim untuk melakukan perbaikan, sementara  disulam dulu, karena dananya tidak memungkinkan,” tuturnya.

Kata Yoyok, pemerintah memang memiliki dana pemeliharaan untuk sulam jalan yang kondisinya rusak atau berlubang. Tetapi, lantaran anggarannya terbatas, jadi harus berbagi rata dengan beberapa titik yang juga mengalami kerusakan. ”Kami masih terkendala dana, karena anggarannya memang dikurangi, dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya. (km 59/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *