Akibat Kesalahan Administrasi, Siswa Gagal Ikut Kompetisi Sains Nasional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) KECEWA: Komisi IV DPRD Pamekasan menerima keluhan dari masyarakat atas tidak lolKSNya siswa SMPN 1 Pamekasan pada KSN tingkat nasional.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pamekasan kecewa lantaran siswanya gagal mengikuti Kompetisi Sains Nasional (KSN). Kegagalan itu hanya karena tidak dikonfirmasi oleh penyelenggara KSN, padahal siswa itu sudah mengikuti seleksi tingkat daerah.

Kekecewaan itu diadukan pihak sekolah ke Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, (10/12/2020).

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Wardatus Sarifah menjelaskan, siswa tersebut atas nama Rifqi Ariiq Rozaan. Dia mendapat peringkat pertama dalam KSN tingkat Kabupaten Pamekasan.

Seharusnya, kata wanita dengan sapaan Wardah ini, dia lolos ke tingkat nasional, karena posisinya dia peringkat ke-9 di tingkat provinsi. Sementara dalam aturannya, 10 besar di tingkat provinsi lolos ke tingkat nasional. Namun pada surat keputusan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan, tidak tercantum nama SMP 1 Pamekasan.

Anehnya, setelah KSN tingkat nasional sudah diselengarakan dan sudah diumumkan peringkatnya, penyelenggara baru menerbitkan SK baru mengenai hasil KSN tingkat daerah yang layak melaju ke tingkat nasional. Dari SK hasil revisi itu, muncul nama  SMPN 1 Pamekasan.

Karena hal merugikan itu, Komisi IV DPRD Pamekasan berencana akan memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan untuk mengklarifikasi hal yang terjadi sebenarnnya. Sebab menurutnya, yang dirugikan bukan hanya SMPN 1 Pamekasan, tetapi juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

“Nanti kami panggil saja Disdik untuk mengklarifkasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Pamekasan Jamil membenarkan bahwa pihaknya merasa dirugikan. Sebab, SK hasi revisi tidak dikonfirmaskan ke sekolah oleh pengelenggara KSN. Sehingga siswanya baru mendapatkan SK hasil direvisi setelah KSN digelar.

Akibat kejadian itu, Rifqi Ariiq Rozaan dinyatakan gugur pada KSN tingkat nasional.

Menurutnya, terjadinya hal tidak menyenangkan ini karena kesalahan teknis yang diperbuat oleh penyelenggara KSN. Sehingga, terdapat kesalahan dalam SK pertama yang diterbitkan dan tidak sama dengan SK kedua.

“Ini bukan hanya kami yang dirugikan, tetapi juga Pemkab Pamekasan,” ucapnya dengan nada kecewa.

Tidak hanya itu, dari pihak siswa yang bersangkutan mengaku belum menerima reward dari Pemkab Pamekasan, baik berupa piagam ataupun uang pembinaan atas prestasinya di tingkat kabupaten. Sementara dalam aturannya, peserta KSN yang mengikuti seleksi KSN di tingkat kabupaten dan juara, maka reward akan diberikan oleh pemkab setempat.(ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *