Akibat Puting Beliung, Listrik Dipadamkan 24 Jam

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) PEMBENAHAN: Petugas PLN Bangkalan sedang memperbaiki tiang yang roboh akibat putting beliung di Kecamatan Burneh.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Bencana puting beliung menerjang Bangkalan hingga dua kali. Jika sebelumnya menerjang Kecamatan Galis dan menewaskan satu gadis, Senin (9/12/2019), angin berbahaya itu kembali memporak-porandakan Kecamatan Burneh, tepatnya di persimpangan Jalan Raya Tangkel.

Dari kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan memperkirakan kerugiannya sekitar Rp150 juta. Sedangkan dari pihak PLN, juga mengeluarkan estimasi kerugian sekitar Rp150 juta, sehingga total mencapai Rp300 juta.

“Saat ini masih kami data. Karena dampak kemarin bukan di daerah Tangkel saja,” kata Kepala BPBD Bangkalan Rizal Moris, Selasa (10/12).

Kejadian angin puting beliung di Kecamatan Burneh tersebut terjadi tiga titik, antara lain pertigaan Tangkel, Desa Langkap dan Desa Banangkah. Bahkan, sebelumnya sudah ada peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimitalogi dan Geofisika (BMKG).

“Kalau angin puting beliung ini satu paket. Dan kejadian kemarin terjadi sangat singkat, hanya 15 menit saja,” jelasnya.

Bencana tersebut, membuat BPBD Bangkalan menaikkan dari status waspada menjadi siaga darurat. Untuk itu, Rizal mengimbau kepada seluruh masyarakat Bangkalan agar selalu berhati-hati.

Sedangkan untuk rincian kerusakannya, ucap Rizal, terdapat 1 unit mobil pedagang yang tertimpa tiang listrik, 2 gudang rusak berat, 1 bengkel dan 5 warung nasi.

“Sebelum kejadian, kami sudah mengimbau kepada pedagang sekitar untuk berhenti melakukan aktivitasnya ketika mendung gelap. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” terangnya.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Bangkalan Pangki Yongkynata yang ikut mengalami kerugian mengatakan, saat kejadian, ada 6 tiang listrik yang rubuh dan 1 trafo rusak. Tiang tersebut ambruk karena tertimpa pohon rubuh.

Sedangkan untuk mengatasi aliran litrik yang mati, PLN menerjunkan 6 tim dari berbagai cabang PLN di Bangkalan, termasuk meminta bantuan tenaga dari PLN Sampang dan vendor.

“Kami mengerahkan petugas sebanyak 5 regu, di mana masing-masing regu 4 orang dan 2 vendor. Sekitar 80 orang,” ujarnya.

Terdapat beberapa titik di sekitar Tangkel yang listriknya harus padam sejak Senin, (9/12/2019). Penanganan awal setelah kejadian, listrik dipadamkan mulai dari Kecamatan Tanah Merah, Kecamatan Galis dan Kecamatan Geger.

“Kami usahakan yang disekitar Tangkel ini nyala sebelum jam 3 sore (Selasa, 10/12/2019). Saya usahakan padamnya listrik ini tidak sampai 24 jam,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *