oleh

Akibat Sakit Hati, Pemuda Madura Ini Tebas Saudara Kandungnya Pakai Celurit hingga Tewas

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Setiap keluarga tentunya pernah mengalami konflik yang bisa berbeda-beda bentuknya. Namun, apa jadinya bila masalah yang terjadi berujung pada kehilangan nyawa anggota keluarga? Seperti kasus adik bunuh kakak kandung yang terjadi di Kabupaten Pamekasan.

Kepala Satreskrim Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo mengungkapkan, kejadian naas tersebut berlangsung pada Kamis (16/4/2021) malam sekitar pukul 17.30, di Dusun Oro Temor, Desa Tolonto Rajeh, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.

Pelaku J (inisial) berusia 20 tahun. Adik kandung dari M (30) tersebut tega menebas perut korban menggunakan celurit. Hingga robek.

“Setelah menebas perut dari sang kakak, J melarikan diri,” terang Adhi Putranto, Jumat (17/4/2021).

Dalam pelariannya, tersangka J kemudian dikepung oleh warga. Namun, karena tersangka saat itu sedang memegang celurit dan siap melukai siapa saja yang menghadang, akhirnya warga membiarkan pelaku; tidak menangkapnya.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, awal mula kejadian tersebut karena J merasa sakit hati dengan perkataan korban. Secara spontan setelah mendengar ucapan dari sang kakak, pelaku langsung mengambil pisau ke kamarnya dan langsung ditusukkan ke dada dan perut korban.

“Seketika korban jatuh terkapar bersimbah darah. Dia meninggal di tempat kejadian perkara (TKP),” tambahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka J dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Reporter: Zubaidi

Redaktur: Anam

Komentar

News Feed