Akibat Terlambat Diangkut ke TPA, Berton-ton Sampah TPS Meluber ke Jalanan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) TERLAMBAT: Akibat terlambat diangkut ke TPA, berton-ton sampah TPS meluber ke jalanan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Pengguna Jalan Letnan Sunarto di Kelurahan Pengeranan, Bangkalan harus terganggu oleh sampah yang meluber di jalan. Kondisi serupa terjadi beberapa titik di sekitar lokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS), seperti di Kelurahan Demangan. Bahkan, banyaknya sampah itu sampai menutup jalan.

Tidak sedikit pengendara roda dua hingga empat harus putar arah karena sampah yang menutup akses jalan. Rupanya, musabab kejadian itu lantaran keterlambatan pengangkutan sampah, sehingga menyebabkan penumpukan di titik-titik TPS dan lokasi pembuangan sampah lainnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan Anang Yulianto mengatakan, penumpukan sampah hingga meluber ke jalan itu akibat pengangkutan sampah yang terlambat. Sampah yang seharusnya diangkut pukul 05.00 pagi hingga 07.00 pagi, pada Senin (15/11/2021), harus diangkut pukul 12.00 WIB.

“Kami akui memang ada keterlambatan pengangkutan sampah di TPS. Jalan menuju ke lokasi TPA sementara di Bunajih licin akibat dua hari ini Bangkalan diguyur hujan,” terangnya.

Dengan jalan licin itu, Anang tidak ingin mengambil resiko jika kendaraan pengangkut sampah tergelincir dan bisa menyebabkan tumpahnya sampah di jalan. Maka, mau tidak mau, pihaknya menginstruksikan agar pengangkutan sampah dilakukan siang hari, agar jalan tidak begitu licin.

Diklaim, sampah itu sudah diangkut pada Senin (15/11/2021) siang. Diakui bahwa penumpukan sampah itu sudah terjadi sejak Minggu, (14/11/2021) sianh. Jika biasanya diangkut dua kali, di hari itu harus diangkut sekali karena hujan dan jalan licin.

Anang mengaku belum memiliki solusi lain. Alasannya, TPA yang dimiliki Bangkalan saat ini masih sementara atau menyewa lahan milik seseorang di Desa Bunajih. Kendati jalan menuju TPA diperbaiki untuk mempermudah kendaraan pengangkut sampah, disebut tidak akan bisa menyelesaikan masalah licinnya jalan.

“Ya kami tidak bisa berbuat banyak selain menunggu jalan tidak begitu licin. Mau diperbaiki pun juga tidak bisa, karena TPA kami masih sewa dan sementara bukan permanen,” ujarnya.

Akibat penumpukan sampah itu, selain mengganggu lalu lintas, sampah akan terus menumpuk jika sehari hanya mengangkut 60 ton sampah. Pada Senin (15/11/2021), pihaknya mengangkut sampah hingga 100 ton di lima TPS dan enam TPS3R. Pihaknya menginstruksikan diangkut tiga kali sehari. Biasanya kami hanya dua kali, pagi dan siang.

Dia meminta masyarakat agar bisa membuang sampah tepat pada waktunya. Termasuk jam buang sampah yang tertib yakni pagi mulai pukul 05.00 hingga 06.00 dan siang pukul 12.00 hingga 13.00 WIB.

“Karena apa, di jam-jam itu, kami mengangkut sampah. Kalau tidak ada kendala pengangkutan, tidak sampai menumpuk seperti hari ini,” urai Anang.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *