AKP Agus Sobarnapraja, Anak Seorang Binmas yang Jadi Kasatreskrim

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Bangkalan-AKP Agus Sobarnapraja terlahir bukan dari keluarga mentereng. Ia hanya putra dari seorang binmas.  Namun, perjalanan hidup membawanya menjadi Kasatreskrim di Polres Bangkalan, suatu jabatan yang cukup prestisiusdi lingkungan kepolisian.

Moh Saed, Bangkalan

Agus Sobarnapraja dilantik menjadi Kasatreskrim Polres Bangkalan pada 20 Januari 2020 lalu. Agus dilahirkan di Sumedang, 12 September 1981. Ia dilahirkan dari keluarga polisi. Sang ayah merupakan binmas di salah satu polsek. Tidak hanya ayahnya yang menjadi seorang polisi, istri dari AKP Agus juga seorang polisi. Keduanya terpaksa menjalani hidup secara LDR karena ditugaskan di tempat yang berbeda.

“Ayah saya polisi pangkat terakhirnya iptu. Beliau binmas di polsek. Ayah berpesan kepada saya agar dekat dengan masyarakat, tidak boleh jauhi masyarakat, jangan sakiti masyarakat,” ujarnya.

Dia mengawali karir kepolisian sejak tahun  2010 silam. Selama 10 tahun berkiprah dalam dunia kepoliasian, AKP Agus melanjutkan sekolah akademi kepolisian. Seteah lulus dari akademi kepolisian, dia ditugaskan pertama kali di Pulau Nias Sumatera dan mendapat posisi Kanit SPKT, Kanit Reskrim kemudian Kabiro Reskrim.

Setelah itu ia dipindahkan ke Polsek Medan Area sebagai Kanit Reskrim dengan kapolsek yang menjadi Kapolres Bangkalan sekarang yaitu AKBP Rama Samtama. Setelah itu dia ditempatkan di Polda Papua Barat dengan ditugaskan  sebagi kanit 2 Ditreskrimsus sebagi Kanit Tipikor dan kemudian dia bergabung di Bareskrim Polri sebagi penyidik dan penyelidik Subdit 1.

“Sepanjang karir saya di kepolisian, selama 9 tahun di dunia reserse, setenagahnya berkecimpung di dunia tindak pidana khusus, ekonomi dan tindak pidana tipikor,” ujar Agus.

AKP Agus menuturkan, ke depan salah satu fokus programnya adalah tentang tindak pidana korupsi (tipikor).

“Fokus di bidang tipikor karena memang background saya sedikit banyak ada di bidang tipikor. Beliau (Kapolres, red) mantan kasubdit tipikor. Jelas itu menjadi fokus arah penegakan hukum kita nanti, kita pastikan apakah memang dumas tersebut mempunyai indikasi kuat tindak pidana korupsi. Tentu kalau sudah ada kita proses sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya. (km50/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *