Aksi Balap Liar di Kabupaten Sampang Kian Marak

  • Bagikan
(KM.ISTIMEWA) MARAK: Aksi balap liar di Kabupaten Sampang kian marak. Kasatlantas janjikan untuk menangkap pembalap liar.

Kabarmadura.id/Sampang-Aturan social distancing bagi masyarakat di tengah wabah Covid-19, sepertinya tidak berlaku bagi para pemuda di Kabupaten Sampang. Hal itu dapat dilihat dari aksi balap liar (bali) yang semakin marak. Ironisnya, aksi bali yang digelar di Jalan raya Desa Pengarengan, Kecamatan Pengarengan itu, luput dari pantauan pihak Kepolisian Resor (Polres) Sampang.

Abdus (48), warga Desa Pengarengan mengatakan, balap liar tersebut sudah sering dilakukan oleh para pemuda saat bulan suci ramadan. Ironisnya, meski pada bulan puasa tahun ini pemerintah melarang adanya kegiatan yang menyebabkan kerumunan, aksi bali tersebut malah semakin marak.

“Kegiatan balap liar itu tidak hanya dilakukan satu bulan sekali, tapi setiap hari. Bahkan balap liar itu tidak hanya dilakukan pada dini hari, sore hari menjelang berbuka puasa para muda-mudi juga sering menggelar balap liar,” ungkapnya, Selasa (28/4/2020).

Ironisnya lanjut Abdus, aksi bali itu seakan tidak diperhatikan oleh pihak kepolisian. Padahal menurutnya, masyarakat sering melaporkan aksi bali yang dikhawatirkan akan membahayakan para pengguna jalan.

Dirinya berharap, petugas kepolisian bisa segera melakulan penyisiran dan penindakan agar aksi balap liar yang ada di desanya tersebut tidak semakin menjadi-jadi.

“Jangan sampai ada korban meninggal seperti yang terjadi tahun lalu, saya berharap kepada pihak kepolisian untuk melakukan upaya terkait adanya balap liar itu,” pintanya dengan nada kesal.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Lalulintas (Kasatlantas) Polres Sampang AKP Ayip Rizal mengatakan, jika dirinya sering melakukan patroli pada waktu menjelang sahur dan berbuka puasa di Jalan Raya Desa Pengarengan, hal itu untuk meminimalisir adanya balap liar. Namun, saat tiba di lokasi tidak ada satupun aksi balap liar, lantaran para pembalap liar itu sudah mengetahui kedatangannya.

Baca juga  Terapkan Bagi Hasil untuk Pengelolaan TRK di Bangkalan

“Mereka pintar, jadi pada saat menggelar balapan, sebelumnya mereka membagi enam orang di sejumlah titik, sehingga saat kami datang mereka saling telfon untuk mengabarkan kedatangan kami, kemudian mereka bubar,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya berjanji untuk kedepannya akan terus melakukan penyisiran melalui koordinasi dengan Satreskrim Polres Sampang, untuk mencari cara menangkap para pelaku balap liar serta kendaraannya.

Tidak hanya itu, pihaknya akan bertindak tegas kepada pelaku balap liar jika tertangkap dengan cara mengamankannya, selain balap liar pihaknya akan memberikan penindakan tegas pada penonton.

“Kami akan mengamankan dengan ketentuan tidak boleh keluar sampai mampu melengkapi surat-surat dan onderdil kendaraan yang ditungganginya saat balap liar,” pungkasnya. (mal/pin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan