Aksi Biduan di Bakorwil Pamekasan Tuai Kecaman

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) EROTIS: Bakorwil memfasilitasi pembentukan paguyuban karapan sapi Madura yang dihadiri biduan berpakaian seksi.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jawa Timur Pamekasan menggelar acara pembentukan Paguyuban Karapan Sapi Madura, Rabu (8/12/2021). Kegiatan itu digelar di ballroom Bakorwil Pamekasan. Namun mendapat kecaman dari beberapa kalangan. Pasalnya, diisi hiburan musik dengan biduan berpakaian seksi.

Video saat biduan bernyanyi dan berjoget viral di sejumlah grup WhatsApp. Terlihat biduan mengenakan busana berwarna hitam di atas lutut sedang bernyanyi dan berjoget. Bahkan, biduan itu juga berjalan ke arah tamu yang hadir memamerkan keseksiannya.

Hal itu disayangkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ali Masykur.

“Apa pun alasannya, itu menodai Gerbang Salam,” ucap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Kecaman serupa datang dari aktivis Front Persaudaraan Islam (FPI) Pamekasan Abdul Halim. Dia menyayangkan hiburan erotis semacam itu bisa terlaksana di Bumi Gerbang Salam. Sayangnya, dia tidak mengetahui bahwa akan ada acara tersebut di Bakorwil. Seandainya dia tahu sebelumnya, dia mengaku akan membubarkan.

“Kalau saja kami tahu sebelumnya, pasti kami bubarkan. Apapun risikonya,” tegas Abdul Halim.

Dalam membubarkan kegiatan semacam itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Namun, jika aparat kepolisian tidak mau bertindak, maka pihaknya akan bertindak sendiri. Atas beredarnya video tidak sopan itu, dia akan membawa hal itu ke forum ulama dan habaib Madura untuk ditindaklanjuti.

“Ini akan kami bawa ke forum ulama dan habaib. Akan kami bahas ini. Karena sudah tidak sesuai dengan Pamekasan yang jargonnya Gerbang Salam,” tegas Abdul Halim.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Kemasyarakatan II Bakorwil Pamekasan Ach. Bachtiar S mengklarifikasi beredarnya video tersebut. Dia membenarkan kegiatan pembentukan Paguyuban Karapan Sapi Madura itu dihibur oleh biduan. Namun, biduan tersebut bukan diundang oleh pihaknya, melainkan oleh Paguyuban Karapan Sapi Kabupaten Sampang.

“Kalau kami tidak ada anggaran untuk mengundang hiburan. Tapi karena yang mendatangkan adalah paguyuban dari Sampang, kami izinkan. Biayanya mereka yang tanggung,” ungkap Bachtiar.

Kendati begitu, sebagai pelaksana dia mengaku tidak tahu atas aksi joget biduan itu. Aksi biduan yang duduk ke kursi belakang merayu tamu undangan itu juga dia tidak tahu. Namun, dia mengakui bahwa biduan itu juga disawer oleh paguyuban karapan sapi dari Bangkalan.

Kendati begitu, dia pribadi mengaku tidak setuju atas kehadiran biduan berpakaian seksi di acara tersebut.

“Hal semacam itu biasa di kalangan pelaku karapan sapi. Kalo saya pribadi dan batin saya tidak setuju,” ucap Bachtiar.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *