oleh

Aksi Jurnalis Sampang Mengecam Kasus Kekerasan Jurnalis di Situbondo

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Aliansi Jurnalis Sampang (AJS) menggelar aksi solidaritas soal kasus kekerasan kepada wartawan Jawa Pos Televisi (JTV) di Situbondo. Mereka memberikan bunga dan pernyataan sikap kepada pengendara di depan Monumen Trunojoyo, Sampang.

Dalam aksinya di masa pandemi, AJS juga membagikan masker kepada setiap pengendara yang melintas di depan tugu Monumen Trunojoyo. Aksi damai tersebut dalam rangka simpati dan dukungan proses hukum terhadap pelaku kekerasan.

Aksi dilakukan setelah adanya peristiwa kekerasan yang dialami jurnalis JTV, Andy Nur Cholis yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) daerah Tapal Kuda. Kekerasan dilakukan pengawal menteri KKP saat menghadiri kegiatan di Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa Siang (16/3/2021)

Dalam aksi solidaritas tersebut, dibagikan selebaran pernyataan sikap AJS terhadap kasus itu. Setidaknya ada empat poin pernyataan yang berisi tuntutan. Selebaran pernyataan sikap diberikan kepada masyarakat bersama dengan bunga dan masker.

Empat pernyataan sikap di antaranya; mengecam keras tindakan oknum pengawal KKP. Sebab tindakan yang dilakukan merupakan pelecehan terhadap profesi jurnalis. Kedua, mengecam keras aksi arogan pengawal menteri KKP karena tindakannya bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ketiga, AJS mendukung proses hukum yang dilakukan IJTI Tapal Kuda soal kasus kekerasan terhadap jurnalis. Sementara yang terakhir, meminta semua pihak, mulai dari polisi, pemerintah, dan masyarakat umum tidak melakukan tindakan yang sama, seperti menghalang-halangi awak jurnalis melakukan tugasnya.

Ketua Aliansi Jurnalis Sampang, Abd. Wahed mengaku sengaja menggelar aksi damai itu sebagai aksi solidaritas. Sebab kekerasan wartawan di Situbondo melukai insan jurnalis di semua daerah. Sehingga dinilai perlu adanya aksi damai terhadap terjadinya kasus pelanggaran UU Pers.

“Sudah jelas, perbuatan pengawal kementerian KKP tersebut dinilai mencederai kemerdekaan pers. Sebab, kerja jurnalis dilindungi undang-undang yang tertuang dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pada pasal 4 ayat 3 terdapat jaminan pelindungan hukum dan mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan, tetap mendukung terhadap kasus hukum yang tengah diproses. Sehingga menimbulkan efek jera terhadap pelaku kekerasan jurnalis. Sebab, tugas jurnalis tidak lepas dari bagian demokrasi. (man/maf)

Komentar

News Feed