oleh

Aksi Ulur Waktu Pancing Emosi Pemain Madura United

Kabarmadura.id-Pertandingan Madura United melawan PSIS Semarang kemarin sore di Stadion Gelora Bangkalan berakhir dengan skor 2-2. Hasil tersebut, tercatat sebagai hasil imbang ke-3 Madura United di laga kandang selama musim ini. Sebelumnya, Madura United bermain imbang 2-2 melawan Bali United dan bermain imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya.

Kendati hanya berhasil menambah satu poin, Madura United berhasil memperbaiki posisinya di susunan klasemen dari sebelumnya peringkat 11 merangsek masuk ke peringkat 8 atau naik 3 posisi dari laga sebelumnya.

Selain itu, hasil imbang melawan PSIS kemarin juga menjadikan pertemuan kedua tim dalam dua leg selama musim ini sama-sama berlangsung imbang. sebelumnya, saat menghadapi pertandingan di Magelang bermain imbang dengan skor 0-0.

Dari sisi pertandingan, pertandingan kemarin berlangsung dengan tensi keras. di kubu Madura United, terdapat 4 pemain yang harus menerima kartu kuning. hal itu, diakui Gomes Olivera karena pemainnya terpancing secara emosi dari tingkah pemain lawan. Utamanya, dalam mengulur waktu dari pelanggaran maupun saat bola mati.

Asep Berlian, salah satu pemain yang mendapatkan kartu kuning pada laga kemarin, mengungakpakn jika dirinya gampang terpancing emosinya karena para pemain PSIS seperti terlalu mudah sakit meski benturannya pelan.

“Sedikit jatuh, gulingnya sampai lama, tiba-tiba berdiri kembali layaknya tidak sakit,” ucap Asep.

Gelandang pengangkut air tersebut mencontohkan kejadian pada menit 44′. Saat, pemain Laskar Mahesa Jenar Ibrahim Conteh tiba-tiba terjatuh saat dikawal pemilik nomer punggung 4. Beberapa detik kemudian, kapten tim tamu itu langsung berdiri dan melayangkan protes meminta pelanggaran terhadap wasit utama Nusur Fadilah.

Namun, wasit asal Jakarta itu tidak memberikan pelanggaran. Kejadian tersebut, diakui Asep tidak  tidak terjadi dan siatusai terseut menjadikan rekan satu timnya tersulut emosinya akibat tindakan killing time dikala mengejar ketertinggalan.

“Mungkin kami terpancing emosi juga, iya kami berjuang untuk menyamakan gol tapi ada kejadian-kejadian seperti itu,” beber Asep.

Usai pertandingan, Gomes Olivera juga mengungkapkan situasi para pemainnya yang emosinya. Diakuinya, pada pertandingan babak pertama, pertandingan berlangsung dengan sangat baik dan emosi pemain bisa terkontrol dengan baik.

Sayangnya, tensi panas tersebut mulai tersulut juga dengan tindakan pemain PSIS yang lambat memasuki lapangan pertandingan di babak kedua hingga pemain Madura United menunggu lebih lama di lapangan pertandingan.

Sementara itu, situasi hampir tidak bisa mengontrol emosi juga diakui oleh Alfath Fathier. Pemain yang baru bergabung kemarin pagi sebelum setelah pulang dari membela Timnas mengungkapkan insiden di penghujung laga merugikan dirinya.

Saat, wasit menunjuk titik putih atas pelanggaran yang menerkam Greg Nwokolo, besutan Jafri Sastra melayangkan protes keras dan terlibat keributan.

Kondisi tersebut diakui Alfath sangat merugikan timnya karena berlangsung lama sementara Madura United sedang berusaha mengejar kemenangan.

“Ditambah insiden-insiden lain yang terjadi di babak kedua, seharusnya tambahan waktu lebih dari 4′ menit. tapi wasit hanya memberikan waktu 4 menit saja,” urai pemain yang masuk ke lapangan pertandingan menggantikan Rifad Marasambessy.

“Kami dipancing emosi, bagaimana boleh buat dan kejadian itu berlangsung lama sekitar 7′ sampai 10′ menit dan wasit hanya memberikan additional time hanya 4′ menit,” tutupnya. (idy/bri)

Komentar

News Feed