Aktivasi IKD di Sumenep Minim Peminat, Capaian Masih Jauh dari Target

News74 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Aktivasi identitas kependudukan digital (IKD) di Sumenep masih sepi peminat. Terbukti, hingga Juli 2023, masih terdapat 10.510 jiwa yang melakukan aktivasi IKD dari 889.900 jiwa yang telah merekam kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sumenep Achmad Syahwan Effendy mengakui bahwa aktivasi IKD belum berjalan maksimal. Padahal, pihaknya menargetkan hingga akhir tahun ini sudah mencapai 25 persen.

Menurutnya, aktivasi IKD saat ini masih menyasar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten (pemkab), mahasiswa dan nasabah Bank Jatim.

Baca Juga:  Bawaslu Pastikan Kades Romli Kooperatif Penuhi Panggilan dalam Dugaan Tidak Netral di Pileg

“Kami bekerjasama dengan Bank jatim di seluruh Indonesia, dimana setiap nasabah yang akan melakukan transaksi harus menunjukan IKD. Petugas kami juga sudah standby di sana” katanya, Rabu (26/7/2023).

Syahwan juga menambahkan, capaian aktivasi IKD di Sumenep masih jauh dari target yang ditentukan, bahkan belum mencapai satu persen.

Disebutkan, ada beberapa kendala yang dialami petugas di lapangan, di antaranya masyarakat masih belum mengetahui secara detail manfaatnya, sehingga merasa masih lebih nyaman identitas dirinya berbentuk kartu.

“Selain itu, karena ketika akan aktivasi, masyarakat harus ke petugas yang ada di kecamatan atau MPP. Kendala lain, tidak semua masyarakat mempunyai handphone berbasis android,” ungkap Safwan.

Baca Juga:  Progres Aktivasi IKD di Sumenep Jalan di Tempat

Padahal IKD ini, tambahnya, aman dari pencurian data kependudukan dan bisa digunakan saat di bandara, naik kereta api, dan lainnya.

Namun, Safwan optimistis target yang ditentukan tercapai, walaupun masih banyak kendala, termasuk juga di internal yang keterbatasan sumber daya manusia (SDM). 

“Program IKD ini juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan blanko (e-KTP),” tukasnya.

Pewarta: Taufiq Hidayat

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *