Aktivasi Kartu Tani di Sampang Tak Kunjung Tuntas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MENUNGGU: Petani berharap semua kartu tani segera aktif.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Upaya aktivasi kartu tani oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta dan KP) Sampang belum selesai. Bahkan, sampai pertengahan tahun 2021, tidak ada kepastian proses aktivasi selesai.

Padahal, upaya aktivasi sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2020. Namun sampai saat ini, belum ada perkembangan signifikan. Sehingga, masih banyak petani yang belum mempunyai kartu tani.

Bacaan Lainnya

Data yang dihimpun Kabar Madura, sebanyak 106 ribu kartu tani yang sudah disebar di Kabupaten Sampang. Namun, puluhan ribu kartu belum terkativasi. Terakhir, kartu tani yang sudah aktif hanya sekitar 30 persen. Sisanya masih belum aktif.

Sesuai data Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (ERDKK) jumlah kartu tani yang akan dicetak secara keseluruhan sebanyak 124 ribu kartu. Namun, yang selesai tercetak hanya sebagai 106 ribu kartu. Akibatnya, Dispertan melakukan dua pekerjaan untuk menyelesaikan target selesainya kartu tani.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta dan KP) Sampang Suyono  saat dimintai keterangan, mengakui jika aktivasi kartu tani belum selesai. Bahkan, pihaknya kesulitan menyebutkan angka kartu tani yang sudah aktif. Sementara sebelumnya, pihaknya memastikan sudah 30 persen yang aktif.

“Kami terus upayakan. Tapi kami melakukan aktivasi tidak mudah. Banyak kendala. Sebab, prosesnya tidak cepat, ” ucapnya.

Dia mengaku proses aktivasi tetap berjalan. Namun, diakui jika tidak secepat yang diharapkan. Sebab, para petugas terbentur dengan kewajiban lain. Sehingga, proses aktivasi tidak cepat.

Bagaimana caranya petani menebus pupuk? Pihaknya mengakui, jika yang bisa menebus hanya yang memiliki kartu tani aktif. Sementara petani yang kartunya belum aktif diarahkan untuk menggunakan pupuk murah yang disarankan oleh disperta.

“Dulu sempat ada kebijakan, bagi petani yang kartunya belum aktif bisa menggunakan surat keterangan. Namun hal itu kembali ketat. Sehingga, tidak semua petani bisa menebus pupuk bersubsidi,” ucapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Sampang Fadol meminta Dinas Pertanian dan KP lebih serius melakukan aktivasi kartu tani. Sebab menurutnya, hal itu dinilai penting. Sehingga, semua petani dengan mudah menebus kartu tani.

“Dinas pertanian harus mempunyai target. Target disesuaikan dengan kemampuan. Jika tidak ada target, maka sampai tahun depan aktivasi juga tidak selesai. Selain itu, perlu adanya sinkronisasi tujuan dengan perbankan agar proses aktivasi lebih cepat, ” imbuhnya. (man/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *