oleh

Al-Amin, Masjid Semata Wayang di Tlesa Pamakesan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Sebelum tahun 1980, masyarakat di Desa Tlesa, Kecamatan Tlanakan, Pamekasana, harus terlantung-lantung untuk menunaikan ibadah salat jumat. Mereka biasa salat Jumat di desa tetangga seperti Desa Baddurih, Kecamatan Pademawu atau Desa Larangan Tokol yang satu kecamatan.

Pada tahun 1980, tokoh masyarakat bernama Kiai Muhammad Nasir  sebagaimana diceritakan Madra’i, menyampaikan jika dirinya bermimpi yang menyebabkan dirinya tergugah untuk membangun masjid pertama di Desa Tlesa.

Guna merealisasikan niatnya untuk membangun masjid, Kiai Muhammad Nasir berembuk dengan pemilik lahan dan Kepala Desa setempat untuk membangun masjid di Dusun Tengah, Desa Tlesa. Warga dan Kepala Desa menyepakati untuk membangun masjid secara bersama-sama. Masjid itu akhirnya diberi nama Masjid Al-Amin.

“Kiai Muhammad Nasir yang masih punya ikatan keluarga dengan Badrut Tamam (Bupati Pamekasan). Awalnya bermimpi, saya lupa mimpinya bagaimana, baru berembuk dengan pemilik lahan dan kepala desa. Dibangunlah masjid Al-Amin ini tahun 80,” cerita Madra’i kepada Kabar Madura usai salat Dzuhur berjamaah, Rabu (25/3/2020).

Berdirinya masjid tersebut, tokoh masyarakat berusia 68 tahun itu menceritakan, masyarakat di Desa Tlesa sudah tidak perlu lagi salat jumat ke desa tetangga, bahkan di masjid tersebut kemudian diramaikan dengan salat berjamaah lima waktu dan juga ditempati anak-anak yang hendak belajar mengaji Al-Quran.

“Adanya masjid ini menjadikan masyarakat Desa Tlesa sudah punya masjid sendiri dan tidak salat jumat ke desa lain, mereka salat ke sini. Setiap hari juga banyak yang salat jamaah. Anak-anak juga ngaji di masid ini,” ujarnya sembari ngobrol santai bersama Kabar Madura di teras rumahnya yang berada tepat di depan masjid.

Hingga usia 40 tahun ini, Masjid Al-Amin sudah dua kali direhab. Saat ini, rehab yang kedua masih sedang berlangsung. Meski dalam kondisi sedang diperbaiki, masjid itu tetap digunakan untuk beribadah.

“Sudah tiga kali rehab (satunya pembangun yang pertama). Tadi saat anda baru datang ke sini masih melihat banyak pekerja. Karena sekarang sedang direhab tapi, masih bisa digunakan untuk salat,” tutupnya. (idy/bri)

 

Komentar

News Feed