oleh

Alasan Anggaran, Smart Village Hanya untuk Desa di Kota

Kabarmadura.id/SUMENEP-Program Smart Village atau Desa Pintar sudah mulai ada titik terang, setelah ada desakan dari sejumlah desa untuk dapat diterapkan. Sebab, selama ini yang dapat dikembangkan hanyalah Smart City atau Kota Pintar.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Persediaan Dinas Komunikasi dan Komunikasi (Diskominfo) Sumenep Moh Fajar Priambadi mengatakan, pihak pemerintah desa selalu mengeluh dan meminta percepatan peralatan teknologi, dalam rangka mendorong percepatan pembangunan kawasan pedesaan.

“Di desa saat ini punya hasrat untuk selalu ambil bagian dalam pengelolaan terutama di kecepatan teknologi melalui Wifi. Padahal, pemkab saat ini hanya dapat menerapkan di kota, tidak pada desa,” katanya, Minggu (23/08).

Atas keluhan masyarakat, Diskominfo berencana melakukan pengembangan di sektor desa. Sebab, hal ini adanya penyebaran sumber daya ekonomi yang dinilai tidak merata antara kawasan pedesaan dan perkotaan.

“Jadi, insyaallah tahun 2021 sudah mulai diterapkan Smart Village,” tukas dia.

Program Smart Village merupakan pengembangan dari konsep Smart City yang lebih dulu dikenal di masyarakat. Konsep Smart City yang telah ada tidak bisa diterapkan di desa, Sebab, konsep itu memang lebih cocok diterapkan di kota.

“Pada dasarnya, konsep Smart Village merupakan sebuah konsep bagaimana sebuah desa bisa lebih cerdas dalam menyelesaikan tugas-tugasnya,” ujarnya.

Dijelaskan Smart City sudah dilakukan pada tahun 2019 lalu. Antara lain yang diterapkan adalah Smart Governance (Tata Kelola Pemerintah Daerah), Smart Branding (Pemasaran Kabupaten Sumenep), Smart Economy (Perekonomian Daerah), Smart Living (Kelayakan Taraf Hidup Masyarakat), Smart Society (Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia), dan Smart Environment (Melestarikan Alam).

“Kalau di desa ada, maka Insyaallah di daerah pelosok itu juga mengalami kemajuan yang pesat karena adanya teknologi,” tuturnya.

Anggaran yang dikucurkan untuk Smart City senilai Rp2 miliar. Sementara jika Smart Village juga diterapkan, diperkirakan membutuhkan dana puluhan miliar. Sebab, desa se Sumenep mencapai 334.

“Jadi, karena keterbatasan anggaran, di awal mungkin hanya cukup untuk desa yang di kota saja. Kalau desa yang ada di kecamatan lain, kami masih usahakan” tambahnya. (imd/ong)

Komentar

News Feed