Alasan Kurang Urgen, Dispendukcapil Pamekasan Tidak Layani Pembuatan KIA

(KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) OPTIMIS: Dispendukcapil Pamekasan akan kejar target pembuatan KIA. Namun Tidak bisa layani pembuatan KIA untuk anak usia di bawah 5 tahun.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pamekasan tidak melakukan perekaman dan pencetakan kartu identitas anak (KIA).

Alasannnya, kata Kepala Dispendukcapil Pamekasan Achmad Faisol, fungsinya belum begitu urgen. Selain itu, karena keterbatasan anggaran untuk pengadaan blangko KIA.

Program KIA merupakan dokumentasi identitas untuk anak usia 0 hingga 16 tahun.  Namun, di Pamekasan, KIA khusus untuk anak usia di bawah 5 tahun tidak dicetak karena manfaat penggunaan kartunya dianggap belum penting.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya lagi-lagi masalah keterbatasan anggaran, termasuk kemanfaatan untuk anak di bawah usia satu tahun, padahal sudah ada di kartu keluarga dan akta lahir. Secara regulasi memang harus dibuatkan, tetapi sementara di Pamekasan kami terapkan berdasarkan asas kemanfaatan,” ulas Faisol, Senin (22/6/2022).

Pengadaan blanko KIA di tahun 2022 juga tidak dianggarkan. Sebab, masih ada sekitar 60 blanko yang masih belum terpakai stoknya.

Dijabarkannya, dalam program KIA, ada program khusus yang dijalankannya, yaitu; cinta anak sekolah, pihaknya datang ke berbagai sekolah untuk melaksanakan percetakan KIA. Karena setiap tahun, Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menargetkan penyelesaian KIA.

“Untuk semester ini kami masih di bawah target, targetnya 30 persen dari jumlah anak yang masih belum mempunyai KIA,” urainya.

Dijelaskan pula, untuk jumlah data KIA di Pamekasan sifatnya dinamis, jadi tidak ada angka yang pasti. Sebab, setelah beranjak usia 17 tahun, anak-anak yang sudah memiliki KIA harus membuat kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Namun taget 30 persen selam satu tahun akan dimaksimalkannya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.