oleh

Alat Kontrasepsi Suntik Dominasi Akseptor KB di Pamekasan

KABARMADURA.ID, Pamekasan -Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pamekasan, mencatat ada 16.017 akseptor KB baru per Agustus 2020. Sedangkan akseptor yang aktif mencapai 76.642. Jumlah itu dipengaruhi kecenderungan masyarakat yang memilih menggunakan alat kontrasepsi suntik.

Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana (KB) DP3AKB  Pamekasan Sorjati mengatakan, pemicu dari adanya lonjakan data dari akseptor suntik adalah minat masyarakat yang ingin mengatur jarak kelahirannya melalui alat kontrasepsi yang telah disediakan.

Sebab sebelum akseptor memutuskan untuk memilih alat kontrasepsi, petugas pelayan kesehatan menawarkan terlebih dahulu sejumlah alat kontrasepsi sebagai pertimbangan penggunaannya.

“Alat kontrasepsi ini banyak pilihan, tidak hanya yang non MKJP itu suntik pil dan kondom, tetapi juga ada juga MKJP IUD, implan, MOW dan MOP,” ungkapnya, Kamis (8/10/2020).

Dia menjelaskan, untuk akseptor baru trendnya semakin positif. Dia optimis program keluarga berencana yang dibidanginya bisa terlaksana dengan baik.

Sejauh ini lanjut dia, masyarakat lebih banyak menggunakan suntik, pil dan semacamnya. pilihan dipengaruhi oleh masa berlaku. Dia mencontohkan, alat kontrasepsi suntik masa berlakunya hanya 3 kunjungan ulang. Beda dengan implan yang masanya sampai tiga tahun kunjungan ulang.

Untuk mensukseskan program itu, pihaknya menugaskan sejumlah penyuluh KB di 13 kecamatan. Para penyuluh itu ditugaskan untuk mengedukasi masyarakat agar bisa mengatur jarak kelahiran.

“Tapi yang namanya program tidak semudah membolak balikan telapak tangan, harus pelan-pelan,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Wardatus Syarifah menyampaikan, penyuluhan tentang pentingnya mengatur kelahiran kepada masyarakat harus tersampaikan dengan utuh.

“Selain itu petugasnya juga harus profesional, jangan sampai bidan-bidan yang tidak memiliki sertifikasi memasangkan berbagai alat kontrasepsi pada perempuan di Pamekasan,” pungkasnya. (rul/pin)

Komentar

News Feed