Alat Perekam e-KTP di Bangkalan Hambat Pelayanan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) KEJAR TARGET: Alat Perekaman elektronik-Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di setiap kecamatan tidak bekerja maksimal.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Keoptimalan pelayanan administrasi kependudukan mulai tersendat. Terutama di tingkat kecamatan. Dari 18 kecamatan di Bangkalan, terdapat sembilan mesin perekam elektronik-Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) tahun 2020 kemarin rusak. Kemudian tujuh mesin diganti baru.

Namun dua mesin belum diperbaiki hingga saat ini. Bahkan ada tambahan alat di dua kecamatan yang juga rusak. Sehingga total alat perekam yang tidak bisa digunakan sebanyak empat alat. Untuk alat lainnya, masih terkendala listrik dan jaringan. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Identitas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Bangkalan Agus, Kamis (28/10/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, hingga saat ini masih mengejar kekurangan target perekaman e-KTP. Sebab salah satu langkah yang bisa dilakukan, hanya mengandalkan dorongan dan prioritas terhadap beberapa kecamatan. Sedangkan terdapat tiga kecamatan yang diprioritaskan. Masing-masing Kecamatan Kokop, Konang dan Modung.

“Insyaallah kami akan mengevaluasi pelayanan di tingkat kecamatan. Meski sudah disediakan di setiap kecamatan, masih banyak yang datang ke instansi kami. Sedangkan yang kami inginkan, setiap kecamatan bisa membantu perekaman, sehingga pekerjaan kami lebih ringan,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan,  pelayanan di kecamatan harus dioptimalkan. Bila perlu, adanya hambatan seperti listrik dan jaringan lemah harus segera teratasi. Kondisi ini, terjadi di Kecamatan Galis dan kecamatan lainnya. “Sementara ini mereka hanya merekam, karena yang mencetak tetap kami,” tegasnya.

Salah satu petugas perekam e-KTP Kecamatan Galis Bangkalan Ghufron mengaku, belum bisa melakukan layanan perekaman e KTP. Sebab listrik di kantornya masih belum kuat. Sehingga harus bergantian. “Kalau sedang dipakai semua komputer tidak kuat, jadi lainnya harus dimatiin dulu,” paparnya.

Menurutnya, pelayanan di kecamatan bukan tidak maksimal. Namun kebanyakan warga yang tidak merekam merupakan warga yang sudah masuk lanjut usia (lansia).  Sehingga memang harus didatangi langsung ke rumahnya. “Kalau kendalanya seperti ini, mereka juga tidak bisa ke kecamatan, sedangkan alat di kecamatan tidak bisa dibawa keluar,” jelasnya.

Jumlah dan Kondisi Alat Perekam e-KTP

  • 9 alat pengadaan tahun 2020 rusak
  • 7 alat diganti baru
  • 4 alat rusak
  • 5 alat saat ini yang difungsikan

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *