Aliansi Pemuda Pamekasan Persoalkan Vaksin, Ini Respon Bupati

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Bupati Pamekasan meminta kepada para peserta audiensi untuk tidak cepat gampang percaya dengan berita-berita hoaks. Yakni, tentang vaksin Sinovac yang beredar luas di media sosial (sosmed).

Menurutnya, saat ini memang sangat banyak beredar beberapa video pendek tentang vaksin Sinovac. Video tersebut belum jelas sumber dan kebenarannya.

“Sekarang memang sudah banyak beredar video pendek dan singkat tentang vaksin Sinovac. Nanti kalau divaksin akan sakit, lumpuh bahkan sampai ada yang mengatakan akan mati. Jangan dipercaya! Itu hanya berita hoaks yang tidak jelas kebenarannya,” terang Baddrut Tamam saat menemui peserta aksi di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Rabu malam (3/2/2021).

Pihaknya juga meyakinkan masyarakat, vaksin Sinovac sendiri aman dan halal. Sebab, sudah diawasi oleh Badan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) dan telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bahkan, dirinya menjadi orang pertama di Bumi Gerbang Salam yang disuntik vaksin Sinovac. Hal itu dilakukan sebagai bukti bahwa vaksin Sinovac sendiri aman dan halal.

“Kalau vaksin Sinovac ini tidak aman dan tidak halal, tentu saya tidak ingin menjadi orang yang pertama disuntik. Nyatanya setelah disuntik, sampai saat ini saya sehat tidak terjadi apa-apa pada tubuh saya. Ini membuktikan kalau vaksin Sinovac memang aman. Jadi, tidak perlu takut,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Fathor Rohman juga mengatakan yang sama dengan bupati; vaksin Sinovac sendiri aman dan halal.

Dirinya juga bercerita mengapa sewaktu vaksinasi beberapa waktu lalu tidak disuntik vaksin Sinovac. Sebab, saat diperiksa dia sedang flu, sehingga gagal divaksin Sinovac.

“Setelah diperiksa, saya waktu itu flu. Akibatnya, gagal dan disuruh menunda dulu sampai sembuh total. Tapi kalau secara pribadi, saya sangat ingin divaksin Sinovac,” pungkasnya.

Perlu diketahui, ada sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pamekasan ingin melakukan aksi penolakan vaksin Sinovac di depan gedung DPRD. Namun, gagal, diganti audiensi ke Bupati Pamekasan.

Reporter: Zubaidi

Redaktur: Anam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *