oleh

Aliansi Suporter Pamekasan Sambangi Bupati Pamekasan

Kabarmadura.id/Pamekasan – Puluhan supporter sepakbola  asal Pamekasan, menemui  Bupati Pamekasan pada Rabu (05/02/2020)  malam di ruang tamu Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan. Motif menemui Bupati tersebut, sebagaimana disampaikan Sahudi, Ketua Taretan Dhibik Pameaksan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah Pamekasan dalam menyikapi pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP Pamekasan).

Kelompok supporter yang datang menemui Bupati sebagaimana disampaikan Sahudi adalah perwakilan dari K-Conk distrik Pamekasan, Taretan Dhibi’ dan Ultras Madura. Terdapat 7 poin yang disampaikan oleh kelompok supporter tersebut Bupati Pamekasan.

Diantara tuntutan tersebut, adalah membahas tentang nasib SGMRP yang sedang dalam sorotan terkait pengelolaannya. “Kami juga menyampaikan permohonan jaminan agar insan sepakbola di Pamekasan  tetap kondusif dan tenang. Salah satunya adalah  opini tentang SGMRP segera diselesaikan,” ungkap Sahudi.

Selain tentang SGMRP, Sahudi juga  mengajukan permohonan agar status Persepam bisa dijadikan sebagai asset Pemkab Pamekasan atau persoalan Persepam dibantu fasilitasi penyelesaiannya.

Ihawal audiensi kelompok supporter tersebut, diakui sahudi berawal dari audiensi yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gabungan Pemuda Madura (GAPURA) kepada Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan beberapa waktu lalu yang berakibat mundur PT PBMB sebagai calon pengelolan SGMRP.

Terhadap tuntutan supporter tersebut, Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, yang menemui langsung menyampaikan dengan tegas bahwa antara Pemerintah Daerah (Pemda) dengan pihak Madura United baik-baik saja dan tidak ada masalah.

Lebih lanjut, Bupati termuda sepanjang sejarah Pamekasan mengatakan bahwa perjanjian kontrak pengelolaan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) dilakukan oleh Madura United dengan pemerintah daerah bukan dengan lembaga Legislatif, sehingga dari situ sudah cukup jelas kemana seharusnya masyarakat mengadu ketika ada problem semacam ini.

“Saya tegaskan, pemerintah daerah dengan Madura united hingga saat ini tidak ada masalah, enak-enak saja, gak ada masalah. Soal audiensi sekelompok masyarakat kemarin, coba saya Tanya, kira-kira MoU yang dilakukan oleh Madura United itu dengan pemerintah daerah apa dengan legislative, disitu sudah jelas, jadi seharusnya mereka audiensi ke saya bukan ke DPR” tegasnya. (km53/bri)

Komentar

News Feed