Aliyadi Mustofa: Pesantren Miliki Potensi Besar Bangkitkan Perekonomian

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, Surabaya-Perekonomian masyarakat anjlok akibat wabah Covid-19. Pemerintah dituntut kerja cepat dalam melakukan upaya pemulihan. Salah satunya, menggerakkan ekonomi pesantren.

Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa mengatakan, momentum peringatan hari santri nasional (HSN) mengingatkan kembali bahwa pesantren memiliki potensi besar. Salah satunya, potensi menggerakkan ekonomi.

Di Jawa Timur, terdapat lebih dari 4.700 pesantren dengan lebih dari 1 juta santri. Jumlah tersebut belum termasuk alumni dan simpatisan yang sudah berumah tangga.

Ditetapkannya HSN dan disusul lahirnya undang-undang pesantren yang dimotori PKB dan PBNU semakin menjadi harapan besar bagi pesantren dan para santri. Khususnya, dalam rangka terus ikut andil besar dalam pembagunan nasional, termasuk di bidang ekonomi.
Berbagai usaha dijalankan pesantren. Mulai dari koperasi hingga industri kecil menengah (IKM).

Pemerintah harus mendorong pemulihan ekonomi melalui pesantren.
Pengelolaan usaha itu dijalankan secara profesional. Terbukti, banyak jenis usaha yang dikelola pesantren tumbuh dan berkembang secara pesat.

“Pesantren ini aset dan potensi besar dalam menggerakkan serta memulihkan ekonomi di tengah wabah Covid-19. Potensi besar ini harus kita dorong,” kata Aliyadi, Senin (19/10/2020).

Peraih suara terbanyak Pileg 2019 di internal PKB itu menyampaikan, pemerintah harus melibatkan pesantren dalam menggerakkan ekonomi. Perhatian kepada pesantren juga harus lebih optimal.

Bahkan, alumni pesantren juga harus dibina dan digandeng. Dengan arahan serta pembinaan dari pemerintah, pesantren dan para alumninya akan berkontribusi besar terhadap kemajuan Jawa Timur di berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi.

Menurut Aliyadi, negara wajib memberikan atensi kepada lembaga-lembaga pesantren dan kaum santri. Mengingat berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga atas perjuangan para ulama-ulama besar Indonesia dan para santrinya.

Kader-kader pesantren saat sekarang sudah banyak menjadi pemimpin yang berintegritas. Mulai dari skala nasional seperti presiden, menteri sampai menduduki jabatan penting di daerah.

“Pesantren dan para santri sangat berkomitmen untuk terus menjaga NKRI,” tukas Gus Aliyadi. (pin/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *