Aliyadi Perjuangkan BLK Komunitas Berdiri di Madura

Uncategorized20 Dilihat

KABARMADURA.ID | KEDIRI-Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Aliyadi Mustofa berupaya mendorong pembangunan balai latihan kerja (BLK) komunitas di Madura. Upaya itu dilakukan Aliyadi untuk merespon kebutuhan lapangan kerja dan industri di Pulau Garam.

 

Hal itu diungkapkan Aliyadi usai mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) Ida Fauziyah saat meresmikan BLK Komunitas dan Akselerasi Kemandirian BLK Komunitas di Kediri, Jawa Timur, Minggu (23/10/2022).

 

Menurut Aliyadi, pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu program prioritas pemerintah saat ini. Namun hal itu belum bisa terwujud maksimal, lantaran masih terkendala persoalan klasik, yakni tingginya angka pengangguran.

 

Aliyadi mengungkapkan, tantangan tingginya angka pengangguran dapat ditekan melalui pembangunan ekosistem dan transformasi BLK komunitas. BLK komunitas diyakini akan menjadi jawaban dari akar persoalan di lapangan, khususnya dalam bidang ketenagakerjaan.

 

Oleh sebab itu, Aliyadi sangat mengapresiasi pembangun BLK komunitas di Jawa Timur. Bahkan, dirinya bersama masyarakat Jawa Timur berharap BLK komunitas bisa melahirkan tenaga-tenaga kerja yang terampil, profesional, dan kompeten.

Baca Juga :  Usung Pengembangan dan Kemandirian UTM, Empat Bakal Calon Rektor Sampaikan Visi Misi

 

Apalagi, sejak diresmikan pada 2021 lalu, sudah ribuan BLK komunitas yang dibangun oleh pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI. Bahkan, di tahun 2022, Kemennaker menargetkan peresmian 3.762 BLK komunitas di seluruh Indonesia.

 

“Tentu BLK komunitas ini perlu kita apresiasi dan kawal terus, karena tujuan dari BLK komunitas ini menyasar komunitas-komunitas, apalagi menyasar komunitas santri dan pondok pesantren,” ungkapnya.

 

Sebagai bagian dari komunitas pesantren, Aliyadi merasa bangga dan terbantu atas didirikannya BLK komunitas di Jawa Timur. Oleh karenanya, Aliadi akan berupaya mendorong Kemennaker untuk mengembangkan BLK komunitas di Jawa Timur.

 

Bahkan, sebagai putra Madura, Aliyadi akan berupaya akan BLK komunitas bisa didirikan di Madura. Sebab, sebagai daerah yang memiliki banyak pesantren, BLK komunitas di Madura diyakini akan lebih terarah pada komunitas santri dan pondok pesantren.

 

Baca Juga :  RDKK Amburadul, Dinas Pertanian Pamekasan Justru Salahkan Petani, Pemuda Nahdliyin: Ironis!

“Jadi setelah peresmian BLK komunitas hari ini yang juga dihadiri panglima santri Gus Muhaimin Iskandar, saya akan berdiskusi secara langsung dengan Kemenaker di Jakarta yang saat ini menterinya sama-sama dari PKB, agar bagaimana Madura bisa mendapatkan BLK komunitas itu,” tegas legislator asal Sampang itu.

 

Politisi PKB itu menjelaskan, salah satu fungsi BLK komunitas ini untuk meningkatkan kompetensi santri. BLK komunitas nantinya akan melatih kaum santri dan pemuda menjadi insan yang siap ditempatkan di mana saja, tentu tetap dengan ciri khas jati diri seorang santri.

 

BLK komunitas ini, lanjut Aliyadi, merupakan fasilitas bantuan negara kepada berbagai komunitas di Indonesia. Bantuan ini tidak hanya berupa gedung secara fisik, tetapi peralatan, sarana dan prasarana, hingga pembimbing, tutor, dan pelatih.

 

Menurutnya, sudah saatnya komunitas santri dan pesantren mempersiapkan diri sebagai insan mumpuni di berbagai hal. Pesantren sudah saatnya melahirkan sumber daya yang cukup dan mumpuni.

Baca Juga :  Tiga Kabupaten di Madura Saling Kejar Turunkan Angka Stunting

 

Sebab, santri dan pondok pesantren hari ini tidak hanya diharapkan mampu di bidang ilmu agama saja, akan tetapi santri-santri dan alumni pesantren diharapkan dan dipersiapkan untuk berada di mana-mana, di berbagai lini kehidupan, sosial, ekonomi, politik, bisnis, pemerintahan, sampai santri mampu mengelola sebuah daerah, negara.

 

“BLK komunitas ini akan menjawab permasalahan yang ada di lapangan melalui BLK komunitas ini SDM kita akan mampu merespons bermacam tantangan baru dengan pengetahuan dan keahlian yang sudah dimiliki,” pungkasnya.

 

Reporter: Miftahul Arifin

 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *