oleh

Aliyadi Tampung Keluhan Kekeringan hingga Tembakau Murah

Kabarmadura.id/Sampang-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Aliyadi Mustofa, bertemu ratusan konstituennya di Pulau Madura, Selasa (26/11/2019). Dalam kegiatan yang merupakan bentuk serap aspirasi masyarakat masa reses I 2019 itu, Aliyadi mendapat keluhan seputar kekeringan hingga harga tembakau murah.

Sebagaimana diketahui, kemarau panjang melanda sebagian besar Jawa Timur, termasuk empat kabupaten di Pulau Madura. Akibatnya, kekeringan yang berimbas pada sulitnya ketersediaan air bersih untuk kebutuhan hidup meluas di daerah tersebut.

Kondisi kemarau yang berimbas pada kekeringan itu, diungkapkanMoh. Nafi kepada Anggota DPRD JatimAliyadi Mustofa, saat menggelar reses sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad, di kediamannya Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

Dalam kesempatan itu, Nafi bersama ratusan warga juga menyampaikan tentang kondisi pertanian dan perkebunan, hingga kondisi perekonomian di Pulau Madura, termasuk kondisi tata niaga tembakau dan garam yang saat ini jauh dari harapan petani di pulau garam.

“Selain persoalan kekeringan yang melanda, kami masyarakat Madura juga terbebani dengan harga tembakau yang murah, tolonglah harga tembakau ini diperjuangkan akan lebih mahal dan mensejahterakan petani,” kata pria asal Kecamatan Palengaaan, Kabupaten Pamekasan itu.

Menyikapi aspirasi yang disampaikan oleh mayoritas warga yang datang pada kegiatan itu, Aliyadi Mustofa yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi B DPRD Jatim itu menyampaikan, reses ini merupakan salah satu kewajiban anggota dewan untuk mendengarkan semua aspirasi dari masyarakat kalangan bawah.

Lebih lanjut dirinya menegaskan, apa yang disampaikan oleh masyarakat Madura, menjadi sebuah kewajiban untuk diperjuangkan melalui parlemen. Terlebih, salah satu bagian dari kewenangan anggota dewan adalah bagaimana mengawal anggaran pemerintah benar-benar menyentuh pada kesejahteraan warga.

Terlebih apa yang menjadi keluhan utama di Madura, membutuhkan peran kita di parlemen, untuk terus mensupport pembangunan infrastruktur air, baik berupa embung, bendungan maupun sumur bor.

“Selama ini sudah ratusan sumur bor dan infrastruktur air yang sudah kami bangun dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, namun karena memang jumlah penduduk yang banyak, mungkin hal itu belum mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat,” terangnya.

Sementara terkait dengan keluhan harga tembakau yang murah, Aliyadi mengatakan,pihaknya sudah melakukan kajian terhadap produk peraturan tentang tata niaga tembakau, baik yang diatur dalam peraturan menteri perindustrian dan perdagangan maupun beberapa peraturan daerah (perda) kabupaten-kabupaten di Madura.

Rencana tersebut, tegas Aliyadi, penting dilakukan, karena dalam praktiknya pada masa panen tembakau tahun 2019, petani sangat dirugikan. Dengan begitu, perlu adanya perlindungan secara khusus oleh pemerintah terhadap tata niaga tembakau di Madura,agar bisa meningkatkan nilai tawar petani.

“Dalam waktu kami juga akan memanggil pengusaha tembakau dan pihak terkait untuk membahas tata niaga tembakau,” ucap Anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura itu.

Baginya, langkah-langkah itu penting dilakukan, agar permasalahan tembakau, khususnya dalam proses tataniaganya tercipta nilai tawar yang setara antara produsen dengan pembeli.

Diakui Aliyadi, Jawa Timur sebagai salah satu daerah penghasil tembakau di Indonesia, harus mengambil peran lebih maju dalam mengawal nilai tawar petani.Terlebih, Undang-Undang Perkebunan Nomor 39 tahun 2014, menyatakan tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis. Bahkan sampai hari ini, tembakau masih memberikan kontribusi dalam perekonomian.

“Meski kami tahu kebijakan tembakau itu merupakan kebijakan nasional, sehingga kmi tidak bisa berbuat banyak, namun kalau kita anggota dewan tidak bersuara, nasib petani malah semakin tidak diperhatikan. Makanya, ini akan menjadi perjuangan kami di DPRD Jatim,” pungkas Aliyadi.

Hadir dalam kegiatan itu, Anggota DPR RI Syafiuddin Asmoro, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir, keduanya merupakan politikus senior PKB di Madura. Turut hadir dalam kegiatan yang juga diisi dengan santunan anak yatim itu, tokoh masyarakat, jajaran kepala desa, hingga ratusan simpatisan Aliyadi Mustofa Bersahabat (AMB) yang ada di Madura. (pin)

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed