oleh

Alokasi Penanganan Covid-19 Bertambah Menjadi Rp68 Miliar

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk penanganan wabah Coronavirus Disease (Covid-19), mengalami penambahan. Dari estimasi anggaran semula Rp62 miliar, mengalami penambahan sebanyak Rp5 miliar menjadi Rp68 miliar.

Penambahan tersebut, ulas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan Totok Hartono, utamanya pada pos anggaran untuk jaring pengaman sosial (social saftey net). Namun alokasi angaran yang disiapkan sebesar Rp68 miliar tersebut, sifat anggarannya adalah penyediaan sampai Oktober

“Ini bukan angka final. Alokasi anggaran yang disediakan mulai dari pemerintah provinsi hingga kabupaten, semuanya lebih kepada penyelamatan masyarakat,” ulas Totok Hartono.

Selain itu, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk penanganan dampak dari wabah Covid-19. Salah satu kelompok masyarakat yang akan mendapatkan kucuruan dana sejumlah tersebut, yakni para pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) yang jumlahnya mencapai 170 orang.

Kemudian 1.500 pelaku jasa yang tergabung dalam Forum Becak dan Ojek (Fobek). Total terdapat sebanyak 1.670 pelaku usaha dan jasa yang akan tercover dari anggaran tersebut.

Menurut Totok, masing-masing penerima bantuan dari jaring pengaman sosial tersebut adalah sebanyak Rp600 ribu dengan rincian Rp300 ribu berupa uanga tunai dan Rp300 ribu sisanya akan diberikan berupa sembako.

“Ada program pemerintah pusat melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mungkin yang tidak tercover di situ dari BLT. Karena yang tidak tercover dari BLT akan diambil dari APBD. Makanya pendataan perlu dipercepat,” ungkapnya.

Sejauh ini, proses dari DTSK masih diverifikasi oleh pemerintah tingkat desa, agar penyalurannya tidak boleh tumpang tindih antara dana yang dari pusat dan dana yang bersumber dari APBD Pamekasan.

“Pendataan dari pemerintah desa kita berharap segera selesai. Kami berharap dengan dana desa bisa tercover semua, sehingga tidak perlu pembengkaan anggaran lagi. Harapan kita sebelum Ramadan bisa dieksekusi, tapi kita kan harus berhati-hati juga dalam melakukan pendataan,” terangnya. (rul/bri/waw)

 

Refocusing dan realokasi penanganan Covid-19

  1. Kesiapsiagaan pencegahan penyebaran Covid-19 Rp10.150.000.000 (BPBD)
  2. Sarana dan prasaraana pencegahan Covid-19 Rp14.452.043.500 (Dinkes)
  3. Sarana dan prasarana pencegahan Covid-19 Rp14.587.888.959 (RSUD SMART)
  4. Sarana dan prasarana kesehatan Covid-19 Rp8.569.936.000 (RSUD Waru)
  5. Bansos korban terdampak bencana non-alam Covid-19 (Jaring Pengaman Sosial) Rp8.269.284.000 (Dinsos)
  6. Bansos kepada korban terdampak bencana  non-alam Covid-19 bagi pedagang kaki lima (PKL) jaring pengaman sosial Rp7.703.850.000 (Dinas Koperasi).
  7. Posko Covid-19 Rp1.151.350.000 (Dishub)
  8. Pengamanan posko pencegahan Covid-19 Rp2.024.000.000 (Satpol PP)
  9. Bantuan sembako atau BLT (jaring pengaman sosial) Rp498.875.000 (Disparbud)
  10. Bantuan untuk biaya pengurusan jenazah Covid-19 Rp500.000.000 (Bagian Kesra)
  11. Satgas Penanganan Covid-19 PMI Kabupaten Pamekasan Rp570.640.000 (PMI)

Total: Rp68.477.867.459

 

JARING PENGAMAN SOSIAL UNTUK PKL DAN FOBEK

Setiap penerima akan mendapatkan anggaran sebesar Rp600 ribu/bulan

Rp300 ribu akan diberikan berupa uang tunai

Rp300 ribu akan diberikan berupa barang sembako

 

Komentar

News Feed