Alokasikan DBHCHT untuk Masifkan Sosialisasi Pentingnya Beli Rokok Bercukai

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) UNTUK KEBAIKAN: Kesadaran masyarakat untuk membeli rokok legal terus ditingkatkan dengan memasifkan informasi kebaikannya.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Alokasi dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCHT) untuk Pamekasan tahun 2021 ini, salah satunya diperuntukan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan.

Dalam realisasinya, DPMD Pamekasan mendapat jatah Rp400 juga dari total anggaran DBHCHT sebesar Rp64,5 miliar.

Bacaan Lainnya

Anggaran tersebut digunakan untuk program sosialisasi kepada masyarakat di 18 titik di 126 desa. Sosialisasi itu membawa misi untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya membeli rokok bercukai, supaya bisa menekan penyebaran rokok ilegal. Saat ini, kegiatan sosialisasi tersebut sudah merampungkan di 3 titik.

Dengan menggandeng Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Zainul Arifi, dan staf Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Alifaturrahman, sosialisasi pada Rabu (8/9/2021) pada titik ke-3 adalah di Balai Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Sebagaimana disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPMD Pamekasan Ach. Faisol melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan DPMD Pamekasan Akhmad Zainullah, penekanan rokok ilegal harus melibatkan unsur pemerintahan di tingkat desa, sebab mengetahui secara langsung berbagai aktivitas warganya, utamanya dalam perihal penekanan rokok ilegal.

“Harapannya masyarakat melalui unsur pemerintah desa, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kelompok tani, bisa menyampaikan bahwa harus mendukung program rokok legal,” paparnya, Rabu (8/9/2021), usai menyampaikan penjelasan tentang pentingnya membeli rokok legal.

Sementara itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura Zainul Arifin mengatakan, adanya sosialisasi bisa berdampak positif kesadaran ketentuan cukai. Sebab, jika tokoh masyarakat juga terlibat menyampaikan informasi secara massif, diyakini penekanan rokok ilegal bisa ditekan.

“Harapannya, dengan pemberian informasi kepada masyarakat memberikan kesadaran, dengan mengkonsumsi rokok yang legal masyarakat turut serta dalam pembangunan,” tuturnya.

Adapun untuk efektivitas dari penegakan hukum di Madura, khususnya Pamekasan, sangat efektif, namun dia sudah berkomitmen dengan Pemerintah Kabupaten  Pamekasan mengedepankan edukasi yang berkelanjutan, sehingga industri rokok bisa berkembang dengan baik melalui cara yang legal.

“Progresnya sangat positif, berdasar pantauan kami di lapangan, temen-temen semakin sadar, masyarakat semakin mengetahui,” ulasnya. (rul/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *