Alumnus Universitas Sudan Moh. Subhan Memotivasi Calon Mahasiswa dalam Acara Bimas PT di Aula PCNU Pamekasan

  • Whatsapp
KM/ ALI WAFA- INSPIRATIF: Alumnus Universitas Sudan, Moh. Subhan saat menyajikan materi dalam kegiatan Bimas-PT di aula PCNU Pamekasan, Minggu (12/9/2021).

Alumnus Universitas Sudan Paparkan Ciri Mahasiswa Ideal

Kabarmadura.id-PAMEKASAN-Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan Moh. Subhan menguraikan pengalamannya di hadapan ratusan calon mahasiswa dalam acara bimbingan masuk perguruan tinggi (Bimas PT) di aula PCNU Pamekasan, Minggu (12/9/2021).

Pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Madura (UIM)  itu, lulusan Master of Arts (MA) Sudan University itu memaparkan, ada beberapa golongan mahasiswa; apatis, hedonis, entrepreneur, aktivis, akademis, dan ideal. Bapak tiga anak itu menekankan agar seluruh calon mahasiswa menjadi mahasiswa yang ideal.

“Mahasiswa ideal sama-sama mensejajarkan kepentingan akademis dan organisasi. Mahasiswa ideal tidak berpikir dan bertindak hedonis,” jelas Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UIM Pamekasan itu.

Alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan itu juga menganjurkan agar mahasiswa tidak hanya memiliki konsentrasi terhadap akademik, tetapi juga aktif bergerilya di organisasi ekstra kampus. Karena dengan begitu, mahasiswa akan memiliki kepekaan sosial dan jiwa kepemimpinan yang tangguh serta memiliki pengetahuan manajemen yang bagus.

“Mahasiswa yang hanya berkutat di dunia akademik atau hanya aktif di organisasi intra kampus, maka ia hanya melihat dunia dari tempat yang sempit,” tandasnya.

Pilihan yang tepat untuk berorganisasi menurutnya yaitu PMII. Karena di PMII, mahasiswa akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi dengan visi keindonesiaan dan keislaman yang moderat. Dengan begitu, nantinya akan menjadi pemimpin yang tangguh, karena ketika memandang dunia, tidak dengan pandangan pesimistik, tapi optimis, visioner, dan kaffah.

“Saya pun bisa menjadi seperti saat ini, karena dulu aktif di PMII,” tegas mantan wakil ketua PMII Cabang Pamekasan itu.

Subhan sendiri menempuh pendidikan strata satunya di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan dengan beasiswa. Strata duanya juga didapat dengan beasiswa di Sudan University. Satu tahun setengah di Sudan cukup memberinya banyak wawasan dan pengalaman.  Kemudian dia melanjutkan program doktornya di UIN Maliki Malang.

“Karena PMII pula, saya bisa buktikan, orang desa juga bisa sukses,” tutupnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *