AM Fatlur Rahman, Putra Batik 2019 Komitmen Jadikan Batik Pamekasan Go Internasional

  • Whatsapp

Bagi AM. Fatlur Rahman, prestasi sebagai Putra Batik 2019 tidaklah didapat secara instan. Ia benar-benar menyiapkan diri sejak setahun sebelumnya agar bisa memperoleh apa yang diinginkan tersebut.

KHOYRUL UMAM SYARIF, KOTA.
Kecintaan kepada batik sejak kecil berbuah manis. Ia didaulat sebagai Putra Batik 2019. Ia pun berkomitmen untuk membawa batik Pamekasan agar lebih bisa dikenal hingga ke dunia internasional.

Pria kelahiran Pamekasan, 12 Juli 2000 tersebut memang lahir di lingkungan yang mayoritas adalah pengrajin batik tulis, yakni di Kelurahan Kowel Kecamatan Kota Pamekasan. Hal itu menjadi modal awal baginya untuk menjadi seorang Putra Batik Pamekasan 2019.

Ia mengakui, dirinya sudah mempersiapkan setahun sebelumnya untuk menjadi Putra Batik 2019. Diceritakan olehnya ada banyak kiat yang dilakukan, di antaranya belajar kepada pemenang sebelumnya dan kemudian menjadi bahan acauan baginya untuk mengambil langkah berikutnya. Dia juga memperkaya referensi mengenai batik Pamekasan baik baca buku, ataupun bertanya langsung kepada para pengarajin, dan searching di internet.

Dia mengaku perjuangan kini semakin berat kerena sudah mengemban amanah sebagai orang yang dipercaya pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk mempromosikan batik khas Pamekasan.

Sosok tinggi penuh wibawa itu berkomitmen untuk mengangkat harkat dan martbat para pengrajin batik sehingga kerajinan yang dihasilkan bisa mendapatkan posisi yang layak dan dihargai dengan semestinya. Hal itu bisa dilakukan salah satunya dengan mengangkat batik Pamekasan hingga go internasional.

Sementara itu, AM. Fatlur Rahman merupakan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. Sebelumnya, jenjang pendidikannya diperoleh dari TK Assidiqi Kowel Pamekasan lulus pada tahun 2006; Sekolah dasarnya dirampungkan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kowel 1 lulus pada tahun 2012, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di SMPN 5 Pamekasan lulus pada tahun 2015 sedangkan sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)-nya diselesaiakn di SMAN 3 Pamekasan lulus pada tahun 2019.

Sosok ramah tersebut juga menempuh pendididkan non formal dibeberapa lembaga untuk menambah pengetahuannya yang meliputi, Quantum 2009 dan Institute Prima Bhakti (IPB) pada tahun 2019.

Adapun pengalaman organisasinya Majlis Permusyaratan Kelas (MPK) SMPN 5 Pamekasan 2016, Pengurus OSIS SMAN 3 Pamekasan 2018, Pramuka, dan Pijar 2019.

Selain menjadi Putra Batik 2019, sosok sederhana itu juga mempunyai beberapa prestasi yang telah diraih, Juara III Poster FLS2N Kabupaten Pamekasan, Finalis Kompas 2016, Peringkat 3 lomba Poster, dan Paskibraka 2017.

Pria yang punya motto “Menjadi apa adanya, memaksimalkan potensi yang ada,” itu berharap kepada para pemuda Pamekasan untuk terus membudayakan memakai batik tulis Pamekasan sekaligus mempromosikannya kepada orang terdekatnya ataupun orang luar negeri yang jadi kenalannya. (rul/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *