oleh

Ambruk, Dishub Tender Ulang Proyek Pelabuhan Senilai Rp17 Miliar

Kabarmadura.id/Sumenep-– Kelanjutan pembangunan dermaga di Desa Banjamara, Gili Iyang, Kabupaten Sumenep belum bisa terealisasi tahun ini. Meski, sesuai perencanaan Dinas Perhubungan (Dishub) akan dilanjutkan tahun ini. Namun, rencana tersebut kandas, lantaran ambruk.sebelum dimanfaatkan, akibatnya terjadi pemutusan kontrak.

Meski, kandas di tahun ini, kelanjutan pembangunan dermaga akan digelar pada tahun 2021, dengan melakukan tender ulang. Hal ini diungkapkan,  Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dishub Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, Rabu (16/09/2020).

Menurutnya, rekanan yang pernah mengerjakan proyek tersebut yakni, PT. Kolam Intan. Namun, hasil pengerjaan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Yakni, ambruk sebelum dimanfaatkan. Rencananya tender ulang akan dilaksanakan tahun 2021 ini, dilanjutkan pengerjaan.

“Ya, Pembangunan pelabuhan Gili iyang akan ditender ulang pada tahun depan,” ujarnya.

Proyek yang dianggarkan Rp17 Miliar itu, tidak bisa dilanjutkan. Sebab, saat ini fokus pada pengerjaan proyek lainnya. Seperti pengerjaan  pelabuhan Dungkek dan proyek lainnya. “Masih belum bisa dilanjutkan. Karena semuanya butuh proses yang panjang,” ucapnya.

Dia menjelaskan saat ini yang terbayar kepada rekanan PT. Kolam Intan sudah 45 persen Yakni sekitar Rp8 M dengan pengerjaan 75 persen. “Sisa anggaran akan diberikan pada pemenang lelang selanjutjutnya,” paparnya.

Sebelumnya, dia mengatakan, pelabuhan Gili Iyang diproyeksikan menjadi pelabuhan berstandar Nasional. yang nantinya juga akan menjadi akses menuju Pulau Wisata Oksigen. Harapannya,  mengacu pada standar yang ditentukan.

Selain itu, akan dibangun penyeberangan khusus hewan. Selama ini, sapi yang akan diangkut biasanya berenang sebelum naik ke kapal. Pembangunan fasilitas khusus naik turun hewan ternak rencananya juga akan disediakan.

“Nantinya pelabuhan itu bakal indah dan bakal bisa digunakan sebagaimana yang diharapkan masyarakat dan pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sumenep Ahmad Zainurrahman menegaskan, rekanan dan tim pengawas harus bertanggung jawab. Sebab, ambruknya Dermaga Gili iyang tersebut tidak terlepas dari pengerjaan yang tidak beres.

Dia menjelaskan, dari anggaran Rp17 miliar saat ini sudah menghabiskan sebanyak Rp15 miliar. Dishub Sumenep juga harus bertanggung jawab. Termasuk pihak rekanan yang sudah diputus kontrak.

“Bagaimanapun ini murni kesalahan pihak rekanan termasuk Dishub sebagai tim pelaksana tugas dari provinsi Jawa Timur (Jatim),” tegasnya.

Anggaran tersebut merupakan bantuan keuangan (BK) dari Pemprov Jatim senilai Rp 60 miliar. Penggunaannya untuk revitalisasi pembangunan Pelabuhan Gili Iyang dan Pelabuhan Dungkek serta untuk Gili iyang senilai Rp17 miliar.

“Sisa anggaran harus dijadikan pembekalan untuk dilanjutkan,” paparnya.

Walaupun nantinya anggaran tersebut tidak memadai untuk melanjutkan dan perbaikan pembangunan, maka harus diusahakan bisa  terwujud dan dioperasikan. “Intinya, harus bertanggung jawab atas pembangunan yang sudah menelan dana besar itu,” pungkasnya (imd/ito)

 

Komentar

News Feed