Ambruknya SDN II Samaran Mulai Dicari Tersangkanya

  • Whatsapp
(KM/IST FOR KM) JADI ATENSI: Kasus ambruknya atap bangunan SDN II Samaran, Kecamatan Tambelangan, kini sudah ditangani oleh Polres Sampang.

Kabarmadura.id/Sampang-Ambruknya atap ruang kelas Sekolah Dasar Neger (SDN) II Samaran, Kecamatan Tambelangan, Sampang, kini menjadi atensi Kepolisian Resor (Polres) Sampang. Saat ini, kasus itu sudah ditingkatkan dari lidik (penyelidikan) ke sidik (penyidikan). Bahkan penyidik sudah memanggil sejumlah pihak terkait dan ahli.

Gedung SDN II Samaran yang ambruk itu, diketahui baru direhab total pada tahun 2017. Anggaran yang digunakan sebesar Rp150 juta yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) APBD.

Namun sejak Desember 2018 lalu, kondisi atap bangunan sudah bergelombang, maka pada saat itu juga, bangunan tidak digunakan lagi, akhirnya pada Jumat (17/1/2020), atap ruang kelas IV dan V itu ambruk.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro menerangkan, pihaknya sudah memeriksa tiga orang dengan status sebagai saksi. Namun pihaknya berjanji akan terus mengembangkan kasus tersebut, sehingga diketahui perbuatan melawan hukumnya dan menetapkan tersangka.

“Kasus ambruknya SDN II Samaran ini, menjadi atensi kami, dan dalam waktu dekat akan kami tingkatkan dari sidik, saksi menjadi tersangka,” ucap AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro saat pers rilis, Kemarin (21/1).

Sayangnya, Didit belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait pemanggilan pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun ia memastikan telah memanggil tim ahli guna memeriksa konstruksi bangunan yang baru berusia dua tahun itu.

Terkait pihak siapa saja yang terlibat dalam kasus ambruknya sekolah itu, juga belum bisa disampaikan ke publik, tapi pihaknya berjanji akan menjelaskan kepada publik terkait berbuatan melawan hukumnya.

“Tersangka pasti ada, yang namanya perbuatan hukum itu, tentunya pasti ada pelakunya, tapi maaf saya belum bisa memberikan statement sekarang, kita ikuti berikutnya saja,” ungkap Didit sembari tersenyum.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Sampang Musaddaq Chalili sempat meminta semua pihak yang ikut serta dalam rehab itu ikut bertanggung jawab, utamanya pihak pelaksananya. Selain minta agar segera diusut aparat penegak hukum, dinas terkait diminta segera memperbaikinya, demi kelancaran KBM di sekolah tersebut.

“Pada prinsipnya, kami terus mendorong proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Dan meminta segera di perbaiki oleh instansi terkait,” terangnya.

Untuk diketahui, dua ruang kelas SDN II Samaran, Kecamatan Tambelangan, ambruk pada Jumat (17/1) sekitar pukul 09.00 WIB, diduga karena konstruksi bangunan rapuh. Saat ini, penanganan kasus hukumnya menjadi atensi Polres Sampang. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *