Amoy Berbagi Tips Agar Lekas Sembuh dari Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SEHAT: Amoy yang menggunakan toga sebagai bentuk lulus (sembuh, red) dari Covid-19.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Bekerja di lingkungan layanan kesehatan memang sangat rentan terinfeksi Covid-19. Sudah banyak tenaga kesehatan (nakes) yang terinfeksi Covid-19 saat menjalani tugasnya membantu kesembuhan pasien. Bulan Juni saja total nakes yang meninggal akibat wabah itu mencapai 10 orang. Mulai dari perawat, bidan hingga dokter.

Begitu pula nakes yang terinfeksi mulai dari office boy (OB) hingga tenaga administrasi. Namun, kabar bahagia dibagikan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan melalui video yang tersebar di media sosial (medsos). Salah satu pasiennya yang juga bekerja di rumah sakit pelat merah itu lulus dari Covid-19 dengan bangga. Dia nampak sumringah memakai toga lengkap dengan predikat lulus (sembuh, red) Covid-19 dari RSUD Syamrabu.

Bacaan Lainnya

Nakes itu namanya Abd Wahid, tapi dia lebih dikenal dengan sebutan Amoy. Bahagia nampak terpancar di wajahnya, sudah kembali beraktifitas untuk bekerja dan tidak merasa bahwa terinfeksi Covid-19 bukanlah sebuah aib.

Amoy terinfeksi wabah itu hanya 8 hari dan menjalani perawatan di rumah sakit. Lebih cepat dari pasien lainnya. Saat dihubungi, dia membagikan tips dan trik agar lekas sembuh. Dengan ramah dia menjawab pesan yang dikirim oleh pihak Kabar Madura.

Katanya hal pertama yang dilakukan dan paling penting adalah jangan membuat pola pikir menjadi stres. Lalu mencari aktivitas yang dapat meningkatkan kepercayaan diri, serta menghilangkan pola pikir terinfeksi Covid-19 bukanlah hal yang menakutkan dan memalukan.

“Rasa bahagia dan semangat juang terus saya lakukan ketika menjalani perawatan selama 8 hari. Pola makan diatur sangat baik, walau makanan tersebut tidak ada rasanya, tetap saya makan,” katanya, Kamis (22/7/2021).

Minum obat dan vitamin secara teratur sesuai anjuran dokter harus dilakukan. Amoy juga menjelaskan, untuk tidak lupa berjemur selama 30 menit sambil latihan tarik nafas. Latihan ini menurutnya, tidak perlu teknik khusus dan seperti pada umumnya. Cukup melakukan tarik nafas dan hembuskan pelan-pelan selama 10 sampai 15 kali setiap harinya.

“Kalau saya aktivitas yang bikin semangat sering main tiktok, dancing, menari juga iya,” ujarnya.

Amoy sendiri merupakan pasien dengan gejala pneumonia. Berdasarkan hasil thoraxnya ada indikasi tersebut dan gejala lainnya seperti batuk, pilek, demam.

Dia menceritakan, hari pertama hanya mengalami batuk pilek. Hari kedua panas tinggi yang kemudian keesokan harinya makanan terasa pahit dan ada nyeri di sekujur tubuhnya. Memasuki hari keempat, Amoy sempat mencret meski satu kali dan hilang penciuman hingga hari keenam.

Hanya sepekan, dia kembali membaik ditandai badannya yang sudah fit seperti sebelum sakit. Untuk meyakinkan bahwa dirinya sehat dan sudah lulus dari Covid-19, Amoy kembali menjalani pemeriksaan swab dengan hasilnya negatif atau bebas dari wabah itu.

“Alhamdulillah tanggal 16 Juli kemarin sudah bisa masuk kerja lagi. Karena hasil thoraxnya ada indikasi itu dan saya takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalkan sesak gitu, saya minta perawatan di rumah sakit saja,” tuturnya.

Selama perawatan di rumah sakit, tidak ada rasa bosan. Sebab, dia terus mencari aktivitas yang membuatnya harus betah di rumah sakit dengan semangat sembuh. Dia malah merasa sedih ketika satu persatu teman ruangannya sudah sembuh dan boleh keluar dari rumah sakit.

Dari itu, Amoy bertekad untuk sembuh. Terlebih ada keluarga yang menunggunya di rumah.

“Setiap hari dihubungi keluarga, itu yang membuat saya semangat, harus sembuh. Serta dukungan teman, saudara, dan rekan-rekan yang membuat saya terus semangat,” tutup lelaki asli Bangkalan sembari memberikan dukungan dan semangat pasien lainnya. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *