Ampel Soroti Persoalan Lingkungan

  • Whatsapp
KM: IST-NGELURUK: Sejumlah Mahasiswa saat mendatangi Dinas lingkungan Hidup (DLH) Sumenep.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pecinta Lingkungan (Ampel) Kabupaten Sumenep mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep yang dinilai lalai dalam penanganan kasus lingkungan, utamanya di Kecamatan Lenteng yang masih banyak tak tertangani.

Ketua Ampel Kabupaten Sumenep, Hida Emilia Dusturia menilai, ada banyak kasus lingkungan yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Kita sebagai mahasaiswa peduli lingkungan tentu sangat prihatin melihat sejumlah titik di daerah Lenteng terdapat kasus erosi, pencemaran air, sampah berserakan ke sungai, dan banjir,” paparnya, Rabu (20/3).

Tak hanya itu, perempuan yang masih berstatus mahasiswa di perguruan tinggi Sumenep menyebut bahwa ada lima titik desa yang menjadi perhatian untuk tahun ini, yakni Desa Cangkreng, Pore, Bilapora Rebba, Lembung Barat dan Lembung Timur.

“Kami sudah turun ke lapangan, ada titik yang cukup memprihatinka, utamanya rumah  warga yang berada di pinggiran sungai di desa Lembung Timur,” jelasnya.

Ia menambahkan, pernah ada kejadian di mana sapi dan sepeda warga hanyut saat air sungai meluap.

“Tidak hanya itu, banyak sekali masalah lingkungan yang masih belum teratasi, selama ini pengawasan dari DLH masih terkesan belum maksimal, sehingga kami beberapa waktu lalu mendatangi DLH untuk menayakan sikap dan solusi kaitan dengan kasus itu,” ujarnya.

I’tikad Ampel, menurutnya, akan terus bergerak untuk melakukan kontrol terhadap pemerintah dan melakukan pendampingan terhadap masasyarakat terdampak.

“Tentu, kami sangat berharap langkah-langkah kami mendapat respons dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

DLH Sumenep melalui Kasi Pengawasan Penanganan Pengaduan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Elly Wisata menyatakan dirinya sangat apresiatif terhadap kepedulian mahasiswa yang tegabung di Ampel.

“Apresiatif terhadap mahasiswa, tetapi kami masih menunggu laporan rill data yang dikumpulkan oleh adik-adik Ampel dari hasil temuannya,” ujanya melalui staf Edy Yulianto.

Pihaknya mengaku bahwa dalam pengawasan lingkungan hidup, saat ini pihaknya masih terkendala dengan jumlah pengawas yang masih minim dan terbatas.

“Dalam hal pengawasan tentu kami masih terbatas tenaga, secara khusus yang menangani itu kami hanya ada tiga pengawas,”paparnya.

Meskipun demikian, pihaknya akan berusaha semaksimal  mungkin ke depannya. Sementara terkait temuan mahasiswa, pihaknya akan menindaklanjuti.(mun/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *