oleh

Anak Putus Sekolah 1.419, Mayoritas akibat Lemahnya Perekonomian

Kabarmadura.id/Sumenep-Angka putus sekolah (APS) di Sumenep mencapai 1.419 anak. Banyaknya angka putus sekolah tersebut, mayoritas dilatarbelakangi faktor ekonomi.

Terhadap faktor itu, Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep belum memiliki solusi untuk membangkitkan ekonomi keluarga anak putus sekolah.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setkab Sumenep Ach Laili Maulidy menyampaikan, tidak ada langkah khusus untuk mengevaluasi yang disebabkan oleh faktor ekonomi.

Pihaknya hanya berencana berkoordinasi dengan dinas atau lembaga-lembaga terkait, untuk menyerap aspirasi dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.

“Secara khusus ke pendidikan masih belum ada langkah-langkah, termasuk untuk meningkatkan perekonomian secara umum. Kami juga menunggu kebijakan, tidak dapat bergerak. Kami hanya fasilitator saja tidak dapat bergerak sendiri, hanya menunggu masukan dari dinas-dinas terkait,” katanya, Selasa (28/7/2020).

Tetapi meskipun tidak bisa berinovasi, pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan beberapa dinas baik dari sektor pendidikan secara khusus dan dinas pembantu seperti Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep.

Apalagi untuk meminimalisir jumlah angka putus sekolah, pihaknya masih bersandar agar dimaksimalkan bantu-bantuan yang bersumber dari dana pusat, atau meminta kucuran dana yang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar bisa dimaksimalkan.

“Tidak harus dinas pendidikan, karena bantuan-bantuan bisa melalui beberapa sumber, tapi untuk teknis dari mana saja program bantuan yang sudah masuk dan kalkulasi dari dana daerah sendiri, maka baru mungkin ada solusi nanti,” imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, tercatat, ada sebanyak 1.419 yang berhenti di tengah jalan. Adapun penyebabnya karena menikah, dan kerja karena tidak punya biaya. Pada tahun ajaran baru sebanyak 26 siswa yang tidak lulus sekolah. (ara/ong/waw)

Komentar

News Feed