Drama Kasus Pembangunan Gedung Dinkes di Sumenep Berlanjut

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) KREATIF: Forum Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS)  menginformasikan ke publik terkait pelaku korupsi pembangunan Gedung Dinkes Sumenep.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Dugaan korupsi pembangunan Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, menjadi atensi utama dari gerakan aktivis yang mengatasnamakan dirinya Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS). Mereka berjanji, akan menindak serius para pelaku korupsi hingga ke akar-akarnya. Bahkan, akan menempuh berbagai cara untuk mengungkap dugaan kasus korupsi tersebut.

Salah satunya, menggelar aksi, audiensi ke Polres Sumenep hingga memasang banner di Gedung Dinkes Jalan Doktor Cipto Sumenep. Banner itu, berisi tuntutan dan kekecewaan atas dugaan kasus korupsi yang mengakibatkan realisasi pembangunannya tidak kunjung tuntas. “Pembangunan gedung selama 6 tahun menjadi drama tersangka, penegak hukum bisa apa?,” sesuai isi banner dalam aksi teatrikal FKMS, Rabu (11/8/2021).

Bacaan Lainnya

Koordinator Lapangan ( Korlap) FKMS Abd Mahmud mengatakan, selama tidak ada penindakan serius, maka akan melakukan berbagai cara. Sebab, pengusutan kasus ini sudah lama.
“Kami meyakini setiap pelaku korupsi tidak hanya dikerjakan sendiri, mereka pasti melakukan secara berjamaah, sudah ada tersangka, tetapi tidak ada penahanan,” ujarnya.

Menurutnya, aksi tersebut dilakukan di beberapa titik. Masing-masing, di depan Gedung DPRD Sumenep, depan Sekretariat Daerah dan di Pasar Anom. “Biar publik tahu, bahwa proses hukum bagi koruptor di Sumenep sangat lemah, kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus mengawal,” paparnya.

Dia menegaskan, berapapun jumlah nominal yang dihanguskan tersangka pada pembangunan Gedung Dinkes harus segera diselesaikan dengan secepat mungkin. Sebab, Gedung Dinkes berlantai 2 di Jalan Doktor Cipto itu merupakan proyek APBN tahun 2014 dengan nilai anggaran Rp4,5 miliar.

“Kami sangat kecewa drama itu semacam dipermainkan, berkas hanya bolak-balik Kejaksaan dan Polres Sumenep. 6 tahun mereka ngapain, berkas apa yang belum lengkap? Mereka tidak pernah terbuka,” kesalnya.  (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *