Andreas Harsono Tekankan Sepuluh Elemen Jurnalis

  • Whatsapp
PENYAJIAN: Suasana belajar jurnalisme dengan pemateri Andreas Harsono yang juga aktivis Human Right Watch.

Kabarmadura.id/JAKARTA-Andreas Harsono dalam pelatihan Jurnalisme Sastrawi menyampaikan sepuluh elemen jurnalisme. Dia mengutip dari hasil pemikiran wartawan Amerika Serikat Bill Kovach.

Materi yang disampaikan di ruang serba guna apartemen Permata Senayan lantai satu, Jakarta Pusat itu, Senin (15/7), dinyatakan bahwa sepuluh elemen tersebut adalah wartawan dan kebenaran, loyalitas utama pada masayarakat.

Dijelaskan pula, esensi jurnalisme adalah verifikasi, wartawan harus independen, jurnalisme memantau kekuasaan, jurnalisme sebagai forum publik, jurnalisme harus memikat dan relevan, berita proporsional dan komprehensif, mendengarkan hati nurani, dan kewajiban terhadap berita.

Andreas menerangkan lebih lanjut, jurnalis harus menjunjung tinggi kebenaran, harus benar-benara objektif. Akan tetapi, di sisi lain, ada banyak hal yang mempengaruhi keobjektifan para wartawan, seperti agama, ideologi, kelompok, golongan, suku, dan lain sebagainya. Kebenaran yang dimaksud di sini adalah kebenaran fungsional.

Kebenaran fungsional adalah sesuatu yang telah disepakati dalam perjanjian internasioanal, seperti penggunaan air bersih, misalnya. Dalam ketentuan internasioanal, apabila dalam sebuah bangsa kebutuhan airnya sudah terpenuhi, maka air boleh dikomersialkan, namun apabila belum tercukupi, maka tidak boleh dikomersialkan.

Salah satu aktivis Human Right Watch tersebut menambahkan, bahwa semakin bagus mutu jurnalisme suatu bangsa, maka semakin semakin bagus pula kualitas masyarakat bangsa itu, demikian pula sebaliknya.

“Demokrasi dan jurnalisme lahir bersama-sama dan mereka juga akan jatuh bersama-sama,” ungkapnya dengan lugas, Senin (15/7).

Ia menegaskan, media harus benar-benar menempatkan keberpihakannya kepada masyarakat, bukan kepada sponsor atau pemasang iklan dan netizen.

Ada beberapa hal-hal yang tidak perlu dipublikasikan, sesuatu yang hanya untuk memuaskan hasrat pembaca (netizen) saja, seperti hal-hal yang jorok dan lain sebagainya. (mad/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *