Aneh, Dua Rekanan Menang Tender, Pengerjaan Dilakukan Satu Orang

  • Whatsapp
(FOTO: DPRD for KM) DICURIGAI: Dua paket proyek TA 2021 yang dimenangkan dua CV, dikerjakan satu orang yang mengaku sebagai kontraktor.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Beberapa hari menjelang berakhirnya tahun 2021, masih ditemukan pengerjaan proyek di Sumenep yang bermasalah. Akibatnya, muncul kecurigaan ada yang tidak beres dengan pemenang tendernya.

Yang belakangan ini jadi perbincangan publik, yaitu peningkatan Jalan Angon-Angon-Panjenangger dan pembangunan  Rumah Sakit Abuya. Keduanya berlokasi di Arjasa, Pulau Kangean.

Anehnya, dalam tender dua proyek itu, pemenangnya adalah dua rekanan yang berbeda, namun dikerjakan satu pihak. Dua rekanan itu adalah CV. Nonanitano dan  CV. Buana Ema Raya. Sedangkan satu pihak yang mengerjakan dua proyek itu adalah seorang yang mengaku sebagai kontraktor bernama Faiz Jaqsan.

Berdasarkan keterangan di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Sumenep, CV. Nonanitano adalah pemenang proyek jalan Angon-Angon–Panjenagger dengan nilai kontrak Rp1.525.252.013,54.

Sedangkan CV. Buana Ema Raya memenangkan proyek pengerjaan gedung administrasi, ruang genset dan selasar RS Abuya dengan nilai kontrak sebesar Rp3.880.880.880,00. Masalah terungkap saat rombongan Komisi III DPRD Sumenep menginspeksi lokasi proyek. Mereka menemukan ketidaksesuaian spesifikasi, salah satunya pada penggunaan besi cornya.

“Dua CV tersebut yang mengerjakan adalah saya. Tapi saya pinjam CV,” kata Faiz Jaqsan yang mengaku sebagai pelaksana pekerjaan dua proyek itu, Senin (6/12/2021).

Dia mengakui ada masalah dalam pengerjaan proyek tersebut. Namun saat ini masih dilakukan perbaikan. Namun, pengerjaannya, masih 35 persen.

“Saya akan benahi semua permasalahan dalam pengerjaan proyek,” tandas Faiz.

Terjadinya masalah dalam dua proyek itu, menurut Sekretaris Anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi, semestinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melihat track record rekanan. Jika pengerjaannya selalu bermasalah, semestinya tidak dimenangkan.

“Ini urusan LPSE, bisa saja LPSE bermain dalam pemenangan tender itu, bisa saja dimenangkan pada satu orang, hal ini perlu evaluasi,” ujar Ramzi..

Menurut dia, monopoli pemenang lelang tidak baik. Terlebih jika hasil pengerjaannya jelek. Sebab, semua pengerjaan yang diharapkan, tentunya mengedepankan kualitas.

Politisi Partai Hanura itu menegaskan, bahwa dinas terkait harus mengambil langkah. Jika, pengerjaan tidak beres, maka harus diputus kontrak. Menurutnya agar ada efek jera dan dimasukkan daftar hitam pada pelelangan di tahun anggaran 2022.

“Kalau pengerjaan jelek jangan CV itu jangan dipelihara. Karena banyak bermasalah maka, tentu ini perlu evaluasi khusus,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Kabupaten (Setkan) Sumenep Mustangin membantah ada permainan dalam menentukan pemenang tender. Dia menegaskan, semua proyek yang masuk tender sudah sesuai prosedur. Pemenangan lelang tentu juga sesuai prosedur.

“Tidak mungkin kami bermain, wong semuanya sudah terbuka untuk umum. Tidak ada yang ditutup-tutupi, semua proyek di atas Rp200 juta dilakukan melalui lelang dan yang menang berarti penawarannya lebih tinggi,” singkat dia tanpa menjelaskan lebih detail mengenai proses pemenangan CV. Nonanitano dan  CV. Buana Ema Raya.

Sementara itu, setelah terungkapnya dua proyek bermasalah itu, muncul satu lagi proyek yang rusak setelah diselesaikan pembangunannya. Proyek itu bersamaan dengan peningkatan jalan di Bluto-Moncek. Proyek tersebut merupakan program Dinas PU Bina Marga Sumenep itu

Pada peningkatan jalan, proyek dimenangkan oleh PT. Griyatama Graha Mandiri. Rekanan ini tercatat beralamat di Jalan Jaksa Agung Soeprapto, Banyuwangi. Sedangkan nilai kontraknya sebesar Rp3.126.642.245,44. yang dibiayai dana alokasi khusus (DAK) tersebut

Sedangkan proyek plengsengannya yang kini sudah ambrol, di LPSE tercatat dimenangkan oleh CV. Agung Jaya yang beralamat di Jalan Tanjung, Kebun Dadap Barat, Saronggi, Sumenep. Dalam dokumen lelangnya, harga penawarannya senilai Rp199.717.961,23 dan harga negosiasi sebesar Rp199.717.000,00.

Roporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *