oleh

Anggaran Kepulauan dan Daratan Sumenep Diklaim Proporsional

Kabarmadura.id/Sumenep -Porsi anggaran untuk pembangunan antara daratan dan kepulauan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 dinilai sudah proporsional. Kendatipun secara persentase porsi anggaran, masih terjadi dipasritas.

Sebagaimana disampaikan Anggota DPRD Sumenep Dulsiam, porsi anggaran antara daratan dan kepulauan, nilai wajib lebih banyak untuk wilayah daratan.

Sebab, wilayah daratan lebih luas, utamanya dalam penganggaran infrastruktur. Setidaknya, antara 35 persen pada anggaran kepulauan, 65 persen di daratan.

“Saat ini masih tahap pembahasan, jadi anggarannya masih belum diketahui pastinya,” kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep itu.

Dikatakan politisi asal kepulauan itu, APBD masih dalam tahap pembahasan antara eksekutif dan leguslatif.

Sehingga di DPRD pun nantinya akan dilakukan penyesuaian kebutuhan antara daratan dan kepulauan, agar sesuai kebutuhan atau proporsional.

“Kami berharap postur anggaran harus sesuai dengan keadaan lingkungan di Sumenep,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep sekaligus panitia Tim Anggaran (Timgar) Edy Rasiadi menjelaskan, APBD 2020 antara daratan dan kepulauan tetap proporsional.

Untuk daratan adalah sebesar 65 persen dan 35 persen untuk wilayah kepulauan. Soal besaran persentase yang tidak sama atau kebih besar datatan, karena menurut Edy, kecamatannya lebih bayak di daerah daratan.

Dikatakan, bahwa dari tahun sebelumnya masib belum mengalami perubahan yang signifikan. Sebab, wilayah daratan dan kepulauan tetap sama seperti saat ini.

Lebih jauh dijelaskan, dalam APBD 2020, belanja langsung di Sumenep diproyeksikan turun. Sementara belanja tidak langsung diproyeksikan naik dibanding tahun 2019.

Belanja langsung tahun 2020 dianggarkan sebesar Rp998.183.842. Anggarannya mengalami penurunan 3,56 persen dibandingkan tahun 2019 yang dianggarkan sebesar Rp1.035.061.966.

Sedangkan belanja tidak langsung tahun 2020 dianggarkan sebesar Rp1.719.502.397.357 atau mengalami kenaikan sebesar Rp160.616.957.326, atau setara dengan 10,30 persen dari tahun 2019 yang dianggarkan sebesar Rp 1.558.885.440.

“Proyeksi anggaran antara kepulauan dan daratan tetap mengedepankan azas proporsional, yakni pada kisaran 35 persen untuk kepulauan dan 65 persen untuk daratan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menyampaikan, sejatinya pada anggaran 2020 nantinya akan diselaraskan dengan kebutuhan yang ada, terlebih disesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Masyarakat kepulauan dan daratan itu sama. Namun, yang membedakan luas wilayahnya. Oleh sebab itu, daratan pasti mendominasi anggaran ditahun 2020,” ungkapnya.

Politisi PKB itu menjelaskan, pembahasan APBD 2020 diperkirakan akan segera rampung pada Selasa (12/11) mendatang.

Sehingga, semua pembahasan diharapakan selesai tepat waktu. Selain itu, pada tahap penganggaran juga akan diketahui antara daearah daratan dan kepulauan nantinya.

“Setelah di dok maka APBD 2020 serta postur anggaran akan segera rampung dan jelas pada (12/11),” pungkasnya. (imd/ong/waw)

Komentar

News Feed