Anggap Diskriminatif, Komisi ll Minta Bantuan Tidak Hanya untuk Nelayan Kepulauan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Razin) KOSONG: Tidak melaut, tempat penampungan hasil tangkapan ikan tampak tidak berisi.

Kabarmadura.id/Sumenep-Komisi ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep meminta Dinas Perikanan Sumenep untuk merevisi pengajuan bantuan khusus nelayan yang hanya difokuskan untuk nelayan kepulauan.

Hal itu terkuak pada rapat antara komisi

Bacaan Lainnya

Il dan Dinas Perikanan Sumenep. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Perikanan Jatim, terdapat paket bantuan terhadap 22 ribu nelayan kepulauan.

Anggota komisi ll DPRD Sumenep Holik meminta untuk dipertimbangkan kembali usulan bantuan bansos yang hanya diperuntukkan kepada nelayan kepulauan, karena menurutnya dampak wabah Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh nelayan kepulauan.

Sehingga jika pengajuan bansos masih tetap difinalkan untuk masyarakat kepulauan saja, maka kebijakan tersebut terkesan mengabaikan nelayan yang beraktivitas bertahun-tahun di pesisir daratan.

“Tapi juga ada para nelayan sepanjang pesisir pantai se-Kabupaten Sumenep yang harus diperhatikan nasibnya. Sejak kapan ada kebijakan yang mendikotomi nelayan daratan dan kepulauan, mereka sama nelayan kita kok,” katanya, kemarin.

Politisi Partai Gerindra itu juga menilai kebijakan tersebut sangat diskriminatif terhadap nelayan di luar kepulauan. Apalagi kalau soal solidaritas dan empati para nelayan kepulauan pastinya siap berbagi jatah dengan pelaut di daratan.

“Para nelayan kepulauan pasti mau berbagi terhadap nelayan lainnya, apa yang menjadi penghalang kebijakan yang aneh tersebut. Apakah tidak mempertimbangkan dampaknya, bisa-bisa mereka berkonflik nanti,” imbuhnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Dinas Perikanan Sumenep mengaku tidak berhak untuk menentukan para nelayan yang akan disasar program provinsi tersebut. Pihaknya hanya mengajukan berdasarkan permintaan saja.

“Itu bukan program kami, itu provinsi. Dan yang diminta adalah data nelayan kepulauan saja,” ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Sumenep Edie Ferrydianto. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *