oleh

Anggara untuk Covid Tersisa Rp62 Miliar, Dipastikan Mencukupi hingga Akhir Tahun

Kabarmadura.id/Bangkalan-Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) khusus penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dari kebijakan refocusing dan efisiensi pada awal April 2020 di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kecamatan di Kabupaten Bangkalan terkumpul sejumlah Rp88.296.951.532.

Dari anggaran tersebut, dana yang sudah terpakai menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Moris, masih sekitar Rp26 miliar. Dirinya yang juga menjadi Tim Verifikasi pengguna anggaran BTT Penanganan Covid-19 mengaku, telah berusaha semaksimal mungkin dalam menanggulangi bencana non-alam itu.

Dia menerangkan, dana BTT yang disiapkan pemerintah daerah dipakai khusus kebutuhan tiga kegiatan penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, dan Jaring Pengaman Sosial (JPS).

“Penggunaan diluar 3 itu tidak bisa kami cairkan,” ungkapnya.

Rizal menambahakan, dari puluhan miliar anggaran itu upaya-upaya pencegahan telah dia lakukan. Termasuk merealisasikan  merealisasikan SKB dari Menteri mengenai anggaran BTT dari APBD sebagai mekanisme pembiayaan selama status tanggap darurat. Kata dia, anggaran banyak terserap di 3 OPD. 3 OPD tersebut yakni Dinas Kesehatan (Dinkes), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan dan Dinas Sosial (Dinsos).

“Anggaran ini kan sifatnya tidak harus dihabiskan,” terangnya.

Dari sisa dana ini, dia yakin bahwa anggaran ini cukup hingga akhir tahun nanti. Sehingga, dia benar-benar menyeleksi penggunaan anggaran berdasarkan kebutuhan di lapangan baik untuk korban dan tenaga kesehatan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Nur Hasan. Dengan sisa anggaran yang ada, dia berharap, BPBD Bangkalan mampu mengatasi wabah covid-19 hingga akhir tahun nanti ketika daerah lain mulai kewalahan dengan dana anggaran covid-19.

“Tensi kesembuhan ini kan mulai meninggi, jadi saya minta BPBD bisa memanfaatkan anggaran sampai akhir tahun. Jangan sampai penanganan covid-19 kewalahan karena anggaran,” paparnya.

Dia juga menekankan, melalui sisa anggaran itu penanganan pada pasien covid-19 perlu dilakukan secara betul dan semaksimal mungkin. Khususnya, kata dia, pada pola makanan untuk menjaga imunitas tubuh pasien.

“Ditekankan pada pola makanan, jangan sampai pasien diberikan makanan yang tidak bergizi,” tandasnya. (ina)

Komentar

News Feed