Anggaran Alat Kontrasepsi di Pemkab Sumenep Belum Terserap

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI ) BERGEGAS : Program pembagian Alat Kontrasepsi di Kabupaten Sumenep wajib terserap secara keseluruhan. 

Kabarmadura.id/Sumenep – Kebutuhan alat kontrasepsi di tahun 2020 semakin meningkat dengan anggaran Rp156.360.000. Dengan demikian, Dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana (DP3AKB) harus memaksimalkan program tersebut.

Kepala bidang keluarga berencana (KB) DP3AKB Kabupaten Sumenep Sri Hartatik, melalui kasi BPKB, Baitur menyampaikan, anggaran Rp156.360.000 akan difokuskan pada Puskesmas atau faskes yang melayani KB.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, saat ini masih melakukan proses pada pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan diterima DP3KB melakukan pendistribusian. Tujuannya, dalam mengantisipasi banyaknya anak yang lahir.

Menurutnya, tidak terserapnya semua anggaran lantaran sepi peminat, alat kontrasepsi banyak tidak difungsikan. Masyarakat banyak memilih tidak menggunakan alat program dari pemerintah tersebut. ” Ini memang menjadi evaluasi kami bersama,” paparnya.

Baitur menyampaikan, anggaran yang saat ini tidak terserap sudah dukembalikan pada Pemprov Jatim. Sebab, tidak ingin mengambil resiko. Alasannya. Jika dana tersebut tetap ngendap otomatis akan difungsikan yang tidak pada semestinya.

Pada tahun 2019 anggaran senilai Rp120 juta. Pada tahun 2020 bertambah. Namun, hingga saat ini masih belum terserap secara keseluruhan. Menurutnya, sangat penting untuk menggunakan alat kontrasepsi untuk mengendalikan pertambahan jumlah penduduk, membatasi angka kelahiran dan lainnya.

“Selayaknya harus dipergunakan oleh masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan, tidak terserapnya Alat kontrasepsi harus adanya Evaluasi khusus bagi dinas terkait. Tentunya sosialisasi kepada masyarakat diperketat. Sehingga masyarakat memahami akan pentingnya program yang tercanangkan tersebut.

“Anggaran yang sudah teranggarkan sebisa mungkin bisa digunakan semua. Sehingga, program tersebut tidak sia-sia,” tukasnya (imd/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *