oleh

Anggaran BK Buram, Pemkab Bangkalan Terpaksa Pinjam Rp58 Miliar

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Belum adanya kepastian bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Timur (Jatim), membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terpaksa mengajukan pinjaman pada Menteri Keuangan senilai Rp58 miliar.

Sebelumnya, Pemkab Bangkalan telah mengajukan anggaran senilai Rp30 miliar ke Provinsi Jatim.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo mengatakan, pinjaman itu untuk merealisasikan pembangunan rumah sakit tipe D di Kecamatan Blega. Tetapi, dia juga belum memastikan apakah disetujui atau tidak.

“Kalau dari progres pembangunan, kami masih menunggu, karena pengajuan kami belum ada kepastian dari BK sampai sekarang. Belum ada jawaban,” ungkapnya.

Rencananya, rumah sakit tipe D itu akan dibangun di dua lokasi, yakni Kecamatan Blega dan Kecamatan Sepulu.

“Tapi kami juga belum tahu pengajuan pinjaman itu apakah hanya untuk di Blega atau di Sepulu juga. Itu hanya ajuan pinjaman, yang tahu dari Bappeda,” terangnya.

Sedangkan alasan pinjaman yang lebih besar dari pengajuan BK, karena pinjaman tersebut dialokasikan untuk tiga kegiatan, yakni kegiatan fisik, sarana penunjang dan alat kesehatan (alkes).

“Saya rinciannya lupa, tapi sekitar itu total keseluruhan. Anggaran pinjaman lebih besar dari pengajuan ke BK ini, karena anggaran BK diperuntukkan hanya kegiatan fisik saja,” jelasnya.

“Ya nanti kegiatan fisik kurang lebihnya Rp30 miliar itu. Nanti bertahap, kalau anggaran dari BK sudah jelas. Setelah fisik, baru penunjang lainnya. Kalau pinjamam ini satu paket,” imbuhnya.

Terkait pembebasan lahan pembangunan rumah sakit tipe D di Kecamatan Blega, pria dengan sapaan Yoyok itu mengaku masih berproses juga. Katanya, proses pembebasan lahan sudah selesai,tinggal pelunasan dan pembayarannya saja.

“Sepulu ini kami rencanakan, sebab kami masih kesulitan anggaran,” ungkapnya.

Sedangkan target realisasi pembangunan rumah sakit tipe D itu, masih menunggu kepastian anggaran dari BK atau pengajuan pinjaman tersebut.

“Tergantung dari anggaran nanti, kalau bisa cair tahun ini. Tahun ini ya target kami semoga bisa selesai. Kalau dari kami sebenarnya ingin membangun di Blega dulu, karena di Sepulu ini masih belum ada tanahnya,” tuturnya.

Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangkalan belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait pengajuan pinjaman tersebut.

Kepala Bappeda Bangkalan Eko Setiawan mengaku sedang sakit,sehingga belum bisa memberikan informasi lebih lanjut.

“Maaf saya masih sakit belum bisa masuk,” tandasnya melalui pesan singkat saat dihubungi via seluler. (ina/waw)

Komentar

News Feed