Anggaran BOK  Rp11 M di Dinkes Sumenep Tidak Dicairkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LAMBAN: Bantuan operasional kesehatan belum dicairkan

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Realisasi bantuan operasional kesehatan (BOK) di Sumenep lamban. Bantuan yang dianggarkan sekitar Rp11 miliar itu masih belum direalisasikan. Padahal di sejumlah pusat pelayanan masyarakat (puskesmas) sangat membutuhkan bantuan tersebut.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Moh. Nur Insan mengaku, pihaknya tidak pernah menunda pencairan BOK. Tetapi, mandeknya atau keterlambatan bukan dari pihaknya melainkan puskesmas yang lambat memasukan laporan.

Bacaan Lainnya

“Kalau laporan tahun 2020 sudah siap disetorkan. Maka, pelaksanaan pencairan tidak akan pernah mandek,” katanya, Kamis (26/08/2021)

Dikatakannya, bantuan itu merupakan dana dari pemerintah pusat. Sehingga pencaran BOK langsung masuk ke rekening puskesmas-masing. Dinkes hanya mengurus laporan dari puskesmas, bila sudah masuk maka akan diperiksa apakah laporan tersebut sudah benar atau tidak.

“Sementara proses realisasi menunggu laporan dari puskesmas,” ucap dia.

Ditegaskannya, saat ini dana BOK sementara belum terealisasi. Pihaknya fokus pada pemeriksaan laporan. Apabila nantinya ada yang asal-asalan maka akan dikembalikan.

“Bila ada kesalahan bukan puskesmas yang akan disalahkan tetapi dinkes Jadi dinkes harus hati-hati saat memeriksa laporan,” tuturnya.
Ditambahkannya, dinkes sebenarnya sudah meminta laporan dari awal tahun, akan tetapi tindak lanjut dari puskesmas itu tidak ada. Puskesmas nantinya memasukan laporan tiap tiga bulan, pastinya petugas di dinkes akan kewalahan untuk mengurus sekaligus.

“Sesuai dengan komitmen awal laporan wajib dimasukan tiap bulan sekali,” ujarnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menegaskan, agar dinkes lebih proaktif mengingatkan kepada puskesmas soal BOK. Pihaknya tidak ingin persoalan lambatnya pencairan BOK berdampak buruk pada layanan kesehatan.

“Jangan sampai lempar tanggung jawab, ini persoalan pelayanan, jadi dinkes dan puskesmas lebih serius dalam menjalankan program BOK,” tukasnya. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *