oleh

Anggaran Dialihkan, Program Lahan Integrasi Garam Mandek

Kabarmadura.id/Sumenep-Seluas 15 hektare lahan yang masuk program lagan terintegrasi garam, di tahun 2019 ini terhenti. Lahan tersebut, awalnya bertujuan untuk membangkitkan hasil produksi garam rakyat.

Sejatinya, program tersebut menuai hal baik sejak tahun 2016 hingga 2018, produksi garam melimpah. Dari target produksi 225 ribu ton, mampu mencapai 235 ribu ton.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumenep Arif Rusdi mengutarakan, lahan integrasi garam itu sempat meraih hasil positif. Ditambah lagi, pada tahun 2016 hingga 2018, ada dukungan cuaca yang begitu baik.

Pada tahun 2019 lahan integrasi garam di Sumenep tidak masuk target pemerintah pusat, lantaran anggarannya dialihkan pada pembangunan gudang garam.

“Saya rasa lahan integrasi garam sangat mendukung bagi percepatan banyaknya produksi,” katanya, Senin (3/12/2019)

Dijelaskan, lahan integrasi garam terpusat pada Kecamatan Kalianget, Gapura, Pragaan, dan Kecamatan Bluto. Bahkan hingga saat ini semuanya sudah mencapai 77 hektare dari tahun 2016 hingga 2018.

Pada tahun 2020, Diskan akan mengajukan kembali mengenai lahan integrasi garam sebanyak 15 hektare, agar produksi garam ditahun 2020 lebih meningkat dari pada tahun sebelumnya. Harapannya, masyarakat bisa mendukung program yang akan diberikan pemerintah pusat itu.

“Saya yakin tahun 2020 akan ada lagi lahan integrasi garam,” ujarnya.

Selain itu, juga mengajak masyarakat pada tahun 2020 memproduksi garam dengan menggunakan teknologi geomembran. Alasannya, untuk meningkatkan hasil produksinya. Sebab, pengolahan garam menggunakan geomembran akan mempercepat proses produksi dan hasilnya lebih bagus dibandingkan menggunakan cara tradisional.

“Integrasi lahan garam dengan sistem teknologi geomembran mempercepat masa panen garam dan harganya akan lebih baik sebab, kualitasnya juga jauh lebih bagus,” paparnya.

Untuk itu, dalam rangka membantu petani garam, melalui pemerintah pusat para petani sudah diberi bantuan teknologi geomembran yang saat ini sudah mulai digunakan. Dengan kebijakan tersebut, pihaknya yakin dengan total luas lahan dari sekitar 2.000 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan akan mencapai target produksi dengan baik.

“Dengan adanya lahan integrasi garam, saya berharap ditahun 2020 akan meningkatkan kualitas garam, sebanyak 15 hektare diharapkan bisa memproduksi sebayak 500 ton garam,” ujarnya.

Namun, hasil produksi garam rakyat di tahun 2019 di Sumenep sudah melampaui target. Sebab, per bulan November sudah menghasilkan lebih dari 270 ribu ton, dari target produksi sebanyak 236 ribu ton.

“Jika ada lahan integrasi garam maka produksi garam akan lebih jauh dari yang ditargetkan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Faisal Muhlis mengutarakan, jika lahan integrasi garam menjadi sebab untuk meningkatkan produksi, maka selayaknya harus didukung. Pemerintah harus melakukan upaya-upaya agar ditahum 2020 dapat diterima ajuan lahan integrasi garam terhadap pemerintah pusat.

“Saya berharap produksi garam dan harga garam dapat membaik ke depannya,” pungkasnya. (imd/waw)

 

 

Komentar

News Feed