oleh

Anggaran Habis, Pemulangan Jenazah PMI Harus Biaya Mandiri

Kabarmadura.id/SAMPANG-Pemulangan jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) mendapat bantuan berupa fasilitas angkutan untuk diantarkan ke tempat asalnya. Namun, akibat banyaknya jenazah PMI yang difasilitasi pemulangannya, anggaran bantuan tersebut sudah habis.

Sehingga, jika ada jenazah PMI dari luar negeri hanya diantar sampai Jakarta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tidak bisa memfasilitasi pemulangannya atau harus biaya secara mandiri dari keluarga jenazah.

Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Agus Sumarso mengatakan, jika jenazah tersebut hendak dipulangkan ke kampung halamannya harus biaya secara mandiri.

Namun, bantuan yang sudah habis terserap tersebut hanya untuk PMI yang dijemput dari Jakarta, sedangkan jenazah PMI dari luar negeri yang tiba di Surabaya, tetap difasilitasi Pemkab Sampang.

“Yang sudah habis itu fasilitas yag dari Jakarta ke Madura, ada untuk yang dari Surabaya ke Madura tetap ada,” ungkapnya, Selasa (1/9/2020).

Sejauh ini belum ada jenazah PMI yang dilaporkan untuk mendapat bantuan tersebut.

“Untuk sementara ini yang dilaporkan ke kami tidak ada, kan sekarang pesawat tidak diperbolehkan beroperasi, cuma informasinya tanggal 15 ini akan ada tetapi dari Surabaya,” imbuhnya.

Kendati demikin, jumlah jenazah PMI asal Sampang tahun 2020 ini tercatat di Diskumnaker Sampang sudah mencapai 71 orang, dengan status PMI yang meninggal itu semuanya difasilitasi oleh Diskumnaker.

Adapun untuk jenazah PMI yang tidak difasilitasi oleh Diskumnaker, pihaknya mengaku tidak tahu, sebab tidak ada laporan. Dan PMI tersebut tidak akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Menganai proses pemulangan jenazah di Malaysia tersebut, diurus oleh pihak keluarga masing-masing yang bekerja sama dengan IKMA Malaysia koordinator Sampang.

“Yang difasilitasi itu ada 71, untuk yang pulang secara mandiri tidak tahu, sebab tidak ada laporan,” tuturnya.

Sementara itu, Kordinator IKMA Sampang Misbahul Munir membenarkan bahwa dana bantuan pemulangan jenazah dari Malaysia yang turun di Jakarta sudah habis, tetapi jika turun di Surabaya masih ada. Habisnya anggaran tersebut sejak 14 Agustus 2020 lalu, sehingga jika ada jenazah yang akan dipulangkan ke kampung halamannya, harus mandiri

“Untuk pemulangan jenazah dari Malaysia ke Indonesia memang harus bayar sendiri, tetapi ketika sampai di Indonesia difasilitasi oleh pemerintah,” tuturnya.

Selain itu, untuk biaya pemulangan jenazah dari Malaysia ini membutuhkan biaya cukup banyak. Sebab, harus menyediakan sekitar Rp14 juta.

“Biaya ambulans yang dibayar ahli waris kalau turun di Jakarta ke Madura kurang lebihnya Rp11 juta,” pungkasnya. (mal/waw)

Komentar

News Feed