Anggaran Insentif Tenaga Medis Belum Cair, Tunggu Hasil Rasionalisasi

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI) LUAR BIASA: Tim medis sedang melakukan pengamanan dan penjagaan di Posko.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Tenaga medis yang menangani Covid-19 dijanjikan insentif sebesar Rp75 ribu per hari. Sayangnya, dana tersebut masih belum bisa dicairkan. Sebab, semua anggaran Covid-19 masih dalam tahap rasionalisasi.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Edy Rasiyadi mengatakan, dana insentif tenaga medis masih belum dicairkan saat ini.

Bacaan Lainnya

“Insentif yang dimaksud senilai Rp75 ribu. Rp50 ribu untuk uang lelah dan Rp25 ribu untuk makan,” katanya, Rabu (29/4/2020).

Dijelaskan, semua kegiatan Covid-19 belum dibayar dan saat ini masih dalam tahap dilakukan pendampingan. Menurutnya tenaga medis memang sangat pantas mendapatkan insentif tersebut. Pasalnya,  tenaga medis tersebut bekerja 24 jam siang dan malam sistem shif.

“Kami sangat prihatin terhadap tim medis. Sebab, kerjanya siang malam,” ujarnya.

Menurutnya, nantinya, pencairan tersebut akan dihitung sebesar Rp75 ribu per hari dan diakumulasi sesuai dengan jadwal bertugas.

“Tenaga medis sangat perlu perhatian dari pemerintah,” ujarnya.

Jika dihitung nantinya tenaga medis yang bekerja di pos-pos penanganan Covid-19, bisa mendapatkan tunjangan sekitar Rp1,5-2,25 juta per bulan.

“Jumlah itu belum termasuk gaji pokok yang diterima setiap bulannya,” ujarnya.

Perjuangan tenaga medis sangat luar biasa karena mereka rela berjibaku dengan menolong pasien terinfeksi Covid-19. Padahal mereka sendiri rawan terpapar virus tersebut.

Ia berharap, Covid-19 segera berakhir sehingga aktivitas akan berjalan normal kembali. Di Sumenep, perlu kewaspadaan yang tinggi mengingat banyak perantau yang pulang kampung.

“Saat ini Sumenep sudah zona merah, maka selayaknya kewaspadaan harus ditingkatkan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono menyampaikan, insentif tenaga medis sudah dianggarakan. Namun, saat ini masih dalam tahap penghitungan. Sehingga, para tenaga medis masih belum menerima insentif dari Pemkab Sumenep itu.

“Bukan besaran insentifnya yang dihitung dan selalu ditanyakan. Tetapi, perjuangan tenaga medis perlu diapresiasi dan layak mrndapat imbalan,” pungkasnya (imd/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *