Anggaran Pembangunan Polindes Tembus Rp1,5 M

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Ist)

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pembangunan pondok bersalin desa (Polindes) lolos recofusing. Anggaran yang melekat di Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) tersebut mencapai Rp 1,5 miliar. Anggaran tersebut, dipecah menjadi empat kegiatan. Masing-masing, pembangunan Polindes di Desa Panggung, Taman Sareh, Kec. Sampang, Desa Banjar Talelah Kecamatan Camplong dan Desa Poreh Kecamatan Karang Penang.

Sedangkan, dana sebesar Rp1.576.259.000,00 bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2021. Rinciannya, pembangunan Polindes Desa Poreh Kecamatan Karang Penang Rp375.011.000,00, Polindes Banjar Talela  Rp400.416.000, dan Polindes di Desa Panggung mencapai Rp400.416.000,000. Terakhir, Polindes Taman Sreseh dianggarkan Rp400.416.000.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Sohebus Sulton berjanji, akan mendukung kegiatan tersebut. Hanya saja, setiap pekerjaan di empat lokasi harus mengutamakan kualitas. Sebab, bangunan yang dikerjakan dibutuhkan oleh masyarakat dengan jangka panjang.  “Kami mendukung jika itu demi masyarakat. Tapi, yang harus dilakukan oleh pelaksana wajib menjaga kualitas pekerjaan,” ujarnya Minggu (29/8/2021).

Menurutnya, demi memperoleh kualitas yang bagus, akan memantau perkembangan pembangunan tersebut. Sebab, fasilitas umum (fasum) untuk masyarakat harus dikerjakan dengan baik, sesuai dengan perencanaan. Sehingga, ketersediaan bangunan bertahan lama. Selain itu, berharap pemerintah tidak hanya membangun gedung.  Namun, juga melengkapi fasilitas dan tugas yang memadai.

“Tujuannya apa, agar tidak terkesan pembangunan hanya untuk bancakan anggaran saja. Jadi perlu, ketersediaan petugas yang memadai dan fasum yang lengkap,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes dan KB Sampang Agus Mulyadi membenarkan, jika anggaran polindes tidak dipangkas program refocusing. Sebab, masuk pada program prioritas dan dibutuhkan di beberapa desa. “Pembangunan polindes cukup mendesak. Sehingga menjadi prioritas dan tidak dipangkas,” responnya.

Diungkapkan, empat kegiatan polindes saat ini masih proses lelang. Direncanakan, pembangunan akan dimulai secara bersamaan. Sebab, proses lelangnya juga bersamaan. “Kami akan melakukan pengawasan dengan baik. Karena pembangunan polindes sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas kesehatan di desa,” jelasnya. (man/ito)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *