Anggaran Pembebasan Lahan Serpang Ditambah Rp9,9 M

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sampang-Anggaran pembebasan sebagian lahan pembangunan jembatan yang menyambungkan Kecamatan Sreseh dengan Kecamatan Pangarengan (Serpang), awalnya hanya dianggarkan Rp10 miliar, namun, melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), anggaran tersebut ditambah senilai Rp9,9 miliar, sehingga total dana yang tersedia hampir Rp19,9 miliar.

Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian, Pengembangan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Sampang Tony Moerdiwanto mengatakan, upaya penambahan anggaran pembebasan lahan Serpang itu, bertujuan untuk percepatan proses penyelesaian pembebasan lahan, setelah itu, baru bisa segera diajukan kepada pemerintah pusat untuk dilakukan proses pembangunan.

Ia membeberkan, untuk penetapan lokasi (penlok) Serpang sudah keluar. Saat ini, pihaknya sudah menugaskan konsultan dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang, pihak kecamatan dan desa, agar segera melakukan proses pendataan lahan-lahan yang bisa dibebaskan tahun ini sesuai ketersedian dana.

“Kami sudah menyediakan dana tambahan sebesar Rp9,9 miliar, karena dana murni sebelumnya hanya Rp10 miliar,” ungkapnya pada Kabar Madura, Kamis (29/8).

Kendati sudah menyediakan dana pembebasan lahan hingga puluhan miliar, Tony (sapaan akrabnya) menegaskan, proses pembebasan lahan Serpang tersebut belum bisa tuntas tahun ini, sehingga pihaknya harus menganggarkan lagi untuk pembebasan lahan tahun 2020 mendatang senilai Rp15 miliar.

Setelah pembebasan lahan dapat dituntaskan oleh Pemkab Sampang, maka tinggal mengajukan pembangunan  kepada pemerintah pusat. Pihaknya juga sudah meminta dukungan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, agar terus mendorong Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk melakukan persiapan juga, karena diakuinya, jembatan Serpang ini sulit akan terwujud jika tidak didukung oleh kesiapan Pemerintah Bangkalan.

“Yang jelas, kami menargetkan tahun 2020 mendatang, proses pembebasan lahan Serpang ini sudah tuntas, maka kami minta dinas terkait terus menggenjot upaya pembebasan lahan ini agar segera selesai,”harapnya.

Sayangnya, Kepala Bidang (Kabid)  Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang Hasan Mustofa belum bisa dimintai keterangan soal progres dan realisasi pembebasan lahan Serpang tersebut. Berkali-kali dihubungi melalui telepon pribadinya, belum ada respon, hingga berita ini diterbitkan. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *