oleh

Anggaran Pemeliharan 29 Pasar Daerah di Bangkalan Terancam Dialihkan

KABARMADURA.D, BANGKALAN – Sepanjang tahun 2021, seluruh pasar tradisional di Bangkalan terancam tidak akan mendapatkan jatah anggaran pemeliharaan. Hal tersebut dikarenakan adanya refocusing anggaran sebesar 12 persen dari setiap organisasi pemerintah daerah (OPD).

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Bangkalan Sutanto menyampaikan, kebijakan refocusing anggaran untuk belanja kebutuhan vaksinasi pegawai. Membuat sejumlah program dan rencana harus digagalkan.

“Awalnya kami sudah merencanakan sejumlah program, tapi mau bagaimana lagi kalau sudah direfocusing lagi,” jelasnya.

Sutanto menyampaikan, salah satu yang akan merasakan dampaknya nanti adalah anggaran  pemeliharaan pasar daerah. Seperti perbaikan bangunan, dan komponen pendukung di sekitarnya.

“Kalaupun ada yang rusak, tidak ada dana untuk memperbaikinya, jadi harus sabar,” ulasnya.

Dari 29 pasar yang ada, hampir sekitar 12 pasar kemungkinan membutuhkan pemeliharaan untuk skala yang cukup besar. Tidak hanya itu, akses menuju pasar dan di sekitar pasar juga sudah banyak yang rusak.

“Ada yang butuh perbaikan besar, ada juga yang skala kecil, tapi tetap saja tidak ada dana untuk perbaikannya,” tuturnya.

Sedangkan salah satu petugas Pasar Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan M Fadol menyampaikan, kondisi Pasar Jaddih membutuhkan perbaikan plafon dan saluran. Sebab, cuaca hujan kian membuat pedagang tidak nyaman dalam beraktivitas.

“Disini rawan banjir dan becek, sehingga banyak pembeli tidak mau masuk,” tuturnya.

Dirinya berharap, pemerintah bisa menyediakan dan membantu memperbaiki bangunan pasar daerah. Sebab, para pedagang tetap diminta untuk membayar retribusi. “Karena mereka bayar retribusi, harusnya fasilitas mereka juga bisa lebih nyaman,” pungkasnya. (km59/mam)

Komentar

News Feed